JATIMTIMES - Qadha puasa merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki hutang puasa Ramadan.
Dalam ajaran Islam, jika seseorang tidak dapat menjalani ibadah puasa Ramadan karena alasan tertentu, ia diwajibkan menggantinya dengan cara meng-qadha atau membayar fidyah.
Baca Juga : Pernah Rugi Hingga Ratusan Juta Utomo Konsisten Kembangkan Apel
Dilansir dari laman BAZNAS Jaber dan Kemenag, qadha secara bahasa berarti menyelesaikan, menunaikan, atau membuat ketetapan hukum.
Dalam konteks puasa Ramadan, qadha adalah mengganti hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadan karena alasan tertentu. Misalnya, sakit, perjalanan jauh, atau kondisi lain yang menghalangi seseorang untuk berpuasa.
Setelah Ramadan selesai, lantas kapan umat Muslim bisa memulai mengqadha utang puasa Ramadan? Berikut aturannya.
Waktu untuk Qadha puasa Ramadan
Dilansir dari laman nu online, qadha puasa Ramadan dapat dilakukan pada waktu yang fleksibel, mulai dari bulan Syawal hingga bulan Sya'ban.
Namun, terdapat pengecualian pada hari-hari tertentu di mana puasa tidak diperbolehkan, yaitu pada hari tasyrik dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal, dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah.
Syarat dan Ketentuan Qadha Puasa Ramadan
Dilansir dari laman Kemenag, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan saat mengqadha puasa agar diterima, yaitu:
1. Mengganti Puasa Ramadan Sesuai Jumlah yang Ditinggalkan
Puasa yang ditinggalkan harus diganti dengan jumlah yang sama. Misalnya, jika seseorang meninggalkan puasa selama 5 hari, maka ia harus mengganti 5 hari puasa.
2. Membaca Niat Qadha Puasa Ramadan
Niat adalah syarat sah puasa. Niat untuk qadha puasa Ramadan dibaca setelah salat Isya. Bacaan niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: “Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Disarankan agar niat tidak ditunda hingga mendekati waktu Subuh, karena ada kemungkinan seseorang lupa atau terlambat.
3. Qadha Puasa Ramadan Boleh Dilakukan Beruntun atau Terpisah
Puasa qadha Ramadan bisa dilakukan secara beruntun atau terpisah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.
4. Qadha Puasa Ramadan Tidak Boleh Dibatalkan Tanpa Udzur yang Dibolehkan Syariat
Baca Juga : Lebaran Ketupat 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Sejarah dan Maknanya
Puasa qadha tidak boleh dibatalkan kecuali ada halangan yang sah menurut syariat, seperti sakit atau alasan lain yang dibenarkan.
Hukum Puasa Qadha Ramadan
Hukum puasa qadha Ramadan adalah wajib bagi setiap umat Islam yang batal puasanya pada bulan Ramadan. Hal ini sesuai dengan firman Allah di surah Al-Baqarah ayat 184.
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Tata Cara Puasa Qadha Ramadan
Puasa qadha dapat dijalankan seperti puasa pada umumnya, dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Kemudian, seorang muslim dapat berbuka atau mengakhiri puasanya saat waktu maghrib tiba.
Berikut ini adalah tata cara puasa qadha yang dianjurkan:
1. Membaca niat puasa qadha Ramadan di malam hari atau sebelum fajar terbit.
2. Makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa untuk mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Makan sahur juga membantu kita akan lebih kuat dalam menjalankan ibadah puasa.
3. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan, seperti makan, minum, atau melakukan hubungan suami-istri. Hal ini dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
4. Menyegerakan berbuka ketika matahari terbenam atau sudah memasuki waktu Maghrib.
Batas Waktu Puasa Qadha Ramadan
Dikutip dari buku 10 Formula Dasar Islam: Konsep dan Penerapannya oleh Gamar Al-Haddar, batas waktu meng-qadha puasa Ramadan adalah sampai sebelum datang bulan Ramadan berikutnya. Apabila telah lewat dari bulan Ramadan yang berikutnya maka tetap wajib puasa dan membayar fidyah.
Puasa qadha wajib dilakukan sesuai dengan jumlah batalnya puasa di bulan Ramadan. Misalnya, jika seorang muslim tidak berpuasa di bulan Ramadan sebanyak 7 hari, maka dia wajib untuk menggantinya sebanyak 7 hari.
Demikian pembahasan lengkap mengenai waktu yang tepat untuk memulai mengqadha puasa Ramadan beserta niat yang harus dilafalkan. Semoga bermanfaat!