JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tengah menggodok pembangunan sekolah rakyat yang saat ini digagas dan diinstruksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Yakni program pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini digadang-gadang menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan pendidikan dan pemberantasan kemiskinan di Indonesia.
Dalam program ini, setiap kota atau kabupaten ditarget memiliki satu sekolah tersebut. Sekolah rakyat ditarget mampu menampung seribu siswa di setiap titiknya.
Baca Juga : Rasanya Autentik dan Pedas, Nasi Empok Wakini Wajib DicobaÂ
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, kebijakan tersebut tengah digodok Pemkot Batu. Ada satu lokasi yang menjadi usulan. Yakni Panti Sosial Petirahan Anak Bhima Sakti, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. "Tetapi aset tersebut milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, kami masih berkoordinasi terkait itu," jelas Nurochman saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Setelah usulan berhasil terealisasi, Nurochman juga akan mengusulkan tambahan lokasi untuk sekolah rakyat. Seperti di sekolah yang tidak terpakai karena telah dimerger. "Sayang kalau bangunannya tidak diberdayakan, apalagi lumayan banyak target merger tahun ini," kata dia.
Cak Nur, sapaannya, mengatakan jika sekolah tersebut akan diakomodasi oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) secara penuh. Sehingga dipastikan biaya pendidikan akan gratis. Termasuk penyediaan perangkat pembelajaran juga akan diakomodir penuh oleh pemerintah pusat.
Pihak Pemkot masih menunggu kepastian lokasi tersebut. Terlebih skema regulasi penerimaan siswa dan perekrutan guru yang akan mengabdi di sana. Maka pertimbangan tersebut perlu dikaji lebih lanjut agar realisasi dapat lebih matang.
Baca Juga : Pemkab Malang Buka Wacana Hibah Rp 2,6 Miliar, Solusi Tunggakan Cetak e-KTP
Ia menginginkan program tersebut tak hanya sekadar membangun fasilitas pendidikan. Melainkan menjadi upaya untuk memberdayakan masyarakat miskin. "Pendidikan menjadi tombak untuk memajukan pemerintahan, maka harapan kami bisa terus melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," pungkasnya.