free web hit counter
Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Volume Sampah di Kabupaten Malang Capai 1.226 Ton Per Hari, DLH: Masih Tertangani 40 Persen

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13
×

Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

Share this article
Stik Playstation
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Ahmad Dzlufikar Nurrahman saat ditemui beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mencatat volume sampah di Kabupaten Malang per harinya mencapai 1.226 ton yang tersebar di tiga Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni TPA Talangagung Kepanjen, TPA Randuagung Singosari dan TPA Paras Poncokusumo. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman menyampaikan, dari total 1.226 ton per hari tersebut, sementara ini masih bisa tertangani sebesar 40 persen. 

Baca Juga : Pernah Rugi Hingga Ratusan Juta Utomo Konsisten Kembangkan Apel

"Sekarang yang tertangani itu masih 40 persen atau sekitar 600 ton per hari yang terbagi ke dalam tiga TPA. Tapi kalau ngomong timbulan sampah yang ada itu sekitar 1.200 ton. Artinya masih ada kekurangan pengelolaan kurang lebih 600 ton per hari dan itu memang membutuhkan infrasturktur," ungkap pria yang akrab disapa Avi ini kepada JatimTIMES.com. 

Untuk mengatasi pengelolaan sampah agar mendekati maksimal, pihaknya melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari Bank Sampah hingga Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Rycycle atau TPS-3R. Sehingga pengelolaan sampah difokuskan dari hulu ke hilir. 

"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk bank sampah hingga TPS3R untuk mengelola sampah dari hulu ke hilir," tutur Avi. 

Lebih lanjut, nantinya DLH Kabupaten Malang juga memiliki program kerja pengelolaan sampah menuju zero waste. Di mana untuk sampah-sampah di tiga TPA yang ada di Kabupaten Malang nantinya tidak akan dibiarkan menumpuk begitu saja, tetapi akan diolah sehingga dapat memberikan nilai tambah. 

Baca Juga : Hendak Kuliah di Universitas Terbuka? Segini Biaya Pendidikannya

"Kita akan mengelola sampah yang ada menjadi RDF ini berasal dari olahan sampah residu. Jadi tidak ditumpuk begitu saja. Itu bisa dijadikan bahan bakar pengganti batu bara di pabrik semen. Kami juga mengolah RDF organik, jadi sampah organik ini tertangani, jadi tidak menumpuk di TPA tapi selesai dengan konsep zero waste," beber Avi. 

Pihaknya berharap, dengan berbagai cara yang akan dilakukan dapat mengurangi volume sampah di tiga TPA yang ada di Kabupaten Malang. Sehingga, masalah persampahan di Kabupaten Malang yang menjadi atensi khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto dapat tertangani maksimal.