Safari Angklung MIN 2 Kota Malang: Dari Panggung Kelas ke Situs Bersejarah
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - May - 2025, 04:42
JATIMTIMES - Rombongan siswa MIN 2 Kota Malang punya cara berbeda belajar sejarah. Bukan di ruang kelas dan bukan lewat buku. Mereka justru membawa angklung, alat musik bambu khas Sunda, keliling ke candi-candi di Malang Raya.
Kegiatan bertajuk "Safari Angklung Tour Candi" ini digagas sebagai alternatif dari rutinitas latihan mingguan yang kerap berakhir hanya di panggung acara sekolah.
Baca Juga : MIN 1 Malang: Sulap Sejarah Jadi Asyik, Literasi Menguat Lewat Kontekstual
“Rasanya sayang kalau anak-anak hanya tampil setahun sekali. Mereka sudah capek latihan, kenapa tidak dibawa tampil di tempat lain yang sekaligus jadi sarana belajar?” kata Suroto, pembina angklung sekaligus pengajar ekstrakurikuler angklung di MIN 2 Kota Malang, (12/5/2025).
Pilihan lokasinya pun tidak sembarangan. Mulai dari Candi Badut, Candi Singosari, hingga Candi Jago, tiga situs bersejarah yang sering terdengar namun jarang benar-benar dipahami anak-anak. “Anak Malang belum tentu tahu sejarah candi di kotanya sendiri. Ini yang ingin kami ubah,” tambahnya.
Di setiap candi, siswa tampil memainkan angklung, bukan sekadar hiburan, tapi sebagai latihan nyata menghadapi penonton. Format angklung yang mengharuskan tiap anak memegang satu nada, menciptakan interaksi yang melatih fokus, disiplin, dan kerjasama tanpa harus dipaksa dengan teori panjang lebar.
Lebih dari sekadar memainkan lagu, anak-anak juga diajarkan membaca not angka dan memahami struktur musik. Suroto mengaku tak sekadar mengajarkan lagu populer, tapi juga menyesuaikan materi dengan momentum. “Bulan Mei itu Hari Pendidikan Nasional, jadi lagu-lagunya kami kaitkan dengan tema itu,” ujarnya.
Baca Juga : Gelar Wisuda Seperti Perguruan Tinggi, SMK CBM Purwokerto Tuai Sorotan Publik
Menariknya, angklung dipilih bukan karena faktor lokalitas, melainkan kemampuannya merangkul banyak peserta dalam satu aransemen sederhana...