JATIMTIMES - Kekerasan anak kerap menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Kasus kekerasan berupa penganiayaan, perkelahian, hingga perundungan atau bullying menimbulkan korban. Tak terkecuali di Kota Batu. Untuk mencegah dan penanggulangannya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu mendorong untuk mengutamakan langkah preventif dan persuasif.
Hal tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari Batu M. Januar Ferdian. Menurutnya, perlu langkah efektif, yang humanis dengan menyinergikan sekolah, anak- anak, orang tua, hingga aparat penegak hukum, guna memberikan pembinaan karakter kepada pelajar.
Baca Juga : Pernah Rugi Hingga Ratusan Juta Utomo Konsisten Kembangkan Apel
Dorongan tersebut tak lepas karena anak-anak yang berhadapan dengan hukum masih di bawah umur. "Karena proses hukum lebih baik dihindarkan dari anak di bawah umur. Maka yang diutamakan preventif dan persuasif untuk langkah non litigasi," jelas Januar, belum lama ini.
Kasus terakhir di wilayah hukum Polres Batu, diketahui adanya dugaan penganiayaan seorang pemudi oleh sekelompok ABG di tepi area Waduk Selorejo Ngantang Kabupaten Malang viral di media sosial. Kasus tersebut akhirnya ditangani Sat Reskrim Polres Batu. Empat terduga pelaku yang merupakan anak di bawah umur telah diamankan polisi.
Menurut Januar, kasus serupa harus benar-benar diperhatikan syarat formil maupun non formilnya. Jika merupakan perkara penganiayaan sedangkan dilihat dari syaratnya bisa diupayakan restorative justice, maka perlu dipertimbangkan. "Upaya persuasif non litigasi yang diupayakan terlebih dahulu sebelum anak terlibat masalah hukum," tegasnya lagi.
Untuk mencegah terjadinya hal serupa, Januar menyebut perlu komitmen pihak sekolah atau lembaga pendidikan terkait untuk memberikan edukasi. Selain itu, agar tidak melakukan pembiaran jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan memicu kekerasan.
"Pihak lembaga (sekolah) bisa juga misalnya sebagai penanggung jawab lalu ada perkelahian dan abai. Maka perkara hukumnya bisa menjerat yang bertanggung jawab karena pembiaran," kata Januar.
Baca Juga : Rasanya Autentik dan Pedas, Nasi Empok Wakini Wajib DicobaÂ
"Banyak kemudian dan sangat banyak ragamnya dalam perkara serupa," imbuhnya. Januar berharap, masyarakat dapat bekerja sama untuk menekan angka kekerasan anak di Kota Batu.
Lembaga pendidikan dianggap menjadi salah satu institusi strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.
Sedangkan tenaga pendidik dinilai memiliki peran dalam pencegahan kekerasan pada anak. Ia menekankan pentingnya memberikan pendidikan anti kekerasan terhadap anak usia dini. Dimana anak termasuk dalam kelompok yang rentan mengalami kekerasan dan eksploitasi.