JATIMTIMES - Hari Raya Idulfitri baru saja berlalu. Namun, apakah sobat JatimTimes tahu bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki satu tradisi Lebaran lagi, yakni Lebaran Ketupat.
Lebaran Ketupat adalah tradisi lebaran yang dilakukan seminggu setelah Idulfitri yang bertepatan pada 8 Syawal sebagai penanda bahwa Idul Fitri telah berakhir.
Baca Juga : Trik Masak Ketupat Hanya 40 Menit! Lengkap dengan Resep Makanan Pendampingnya
Tradisi Lebaran Ketupat bukan hanya sekadar makan ketupat, namun juga diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan kesalahan dengan makan hidangan ketupat.
Berbagai Tradisi Lebaran Ketupat di Berbagai Daerah di Indonesia
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan sejumlah tradisi Lebaran Ketupat di berbagai daerah di Indonesia:
Madura, Jawa Timur
Di Madura, tradisi Lebaran Ketupat diadakan setelah umat Islam melaksanakan puasa Sunnah selama enam hari pasca-Hari Raya Idul Fitri.
Nama populer bagi warga lokal terkait tradisi Lebaran Ketupat di daerah Madura sendiri disebut dengan 'Tellasen Pettok'.
Mirip dengan tradisi di daerah lain, masyarakat akan memakan ketupat yang telah disiapkan bersama hidangan lain seperti opor dan ayam goreng. Namun, bedanya adalah sebelum dihidangkan, ketupat akan diberikan kepada imam masjid dulu. Nantinya setalah makanan sudah dikumpulkan di masjid, masyarakat akan berkumpul dan berdoa bersama.
Baru setelah itu mereka makan bersama. Namun cara penyajiannya bukan hanya sekedar ketupat saja, namun ketupat akan dicampur dengan hidangan lain seperti sup, soto dan yang paling sering dilakukan saat Lebaran ketupat adalah menjadikannya sebagai rujak lontong atau rujak sayur.
Kegiatan ini punya manfaat untuk memperkuat silahturahmi dan tali persaudaraan. Selain itu juga menjadi sebuah simbol dalam menyatakan rasa syukur kepada Allah, karena sudah diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa Syawal.
Pasuruan, Jawa Timur
Jika di daerah lain Lebaran Ketupat diisi dengan festival atau acara keagaman, lain halnya di Pasuruan. Warga Desa Tambaklekkok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan punya cara unik untuk memperingati perayaan ini, yakni dengan menggelar lomba skilot.
Skilot merupakan perayaan tahunan di mana para peserta beradu cepat dengan berselancar di atas lumpur. Caranya, dengan menekuk satu kaki di atas papan selancar, sedangkan kaki yang lainnya digunakan untuk mengayuh papan.
Skilot sendiri berasal dari dua kata, yakni sky, bahasa Inggris yang berarti selancar dan cellot, bahasa Madura yang berarti lumpur. Tak hanya jadi ajang adu ketangguhan, acara ini juga menjadi tontonan dan hiburan warga sekitar.
Permainan tradisional ini sendiri merupakan warisan budaya leluhur yang tetap dilestarikan. Tradisi ini tidak serta merta ada.
Awalnya, skilot merupakan kebiasaan warga yang mencari kerang di pesisir pantai. Untuk memudahkan perjalanan, warga kemudian menggunakan papan selancar.
Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi kegiatan untuk memeriahkan perayaan Lebaran Ketupat.
Trenggalek, Jawa Timur
Warga Kelurahan Kelutan, Trenggalek, memiliki cara sendiri dalam merayakan Lebaran Ketupat.
Pada hari ketujuh bulan Syawal, masyarakat akan mengelar pawai gebyar Lebaran Ketupat. Acara ini sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun dan menjadi daya tarik bagi warga Trenggalek serta pengunjung dari luar daerah, seperti Ponorogo dan Tulungagung.
Berbagai kegiatan digelar dalam pawai ini, seperti parade busana, kesenian tari daerah, serta penampilan marching band dari warga Kelutan. Salah satu yang paling banyak disaksikan adalah pawai taaruf. Pengunjung juga dapat menikmati ketupat sayur secara gratis yang disediakan oleh warga sekitar. Hampir setiap rumah menyediakan hidangan ketupat gratis bagi warga yang menyaksikan pawai maupun yang hanya lewat di jalan itu.
Baca Juga : 9 Kota Tujuan Wisata Populer di Jawa Timur, Wajib Coba Kuliner Khasnya!
Lebaran Ketupat juga dirayakan di beberapa titik wilayah kabupaten Trenggalek, yaitu di Kecamatan Durenan, Pogalan, serta Gandusari.
Kudus, Jawa Tengah
Syawalan atau lebaran Ketupat dirayakan dengan prosesi kirab gunungan Seribu Ketupat di Kudus, Jawa Tengah. Gunungan terdiri dari susunan seribu ketupat dan ratusan lepet yang diarak dari rumah kepala desa setempat menuju Masjid Sunan Muria.
Selain gunungan, masyarakat juga menggelar tradisi ziarah ke Makam Sunan Muria. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan minum air dan mencuci kaki serta tangan dengan air dari gentong peninggalan Sunan Muria.
Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur warga setelah menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan.
Manado, Sulawesi Utara
Masyarakat Manado merayakan Lebaran Ketupat dengan saling mengunjungi dan saling memaafkan.
Warga muslim di Manado membuka pintu rumahnya bagi siapa saja yang datang berkunjung.
Tak hanya di Manado, beberapa daerah di Sulawesi Utara juga merayakan tradisi ini seperti di Kampung Jawa Tondano dan Desa Sea.
Sejarah Lebaran Ketupat, khususnya Manado, awalnya dibawa oleh warga Jawa yang merupakan keturunan Imam Bonjol di Tondano.
Tradisi ini kemudian terus dilanjutkan dan dirayakan setiap tahunnya.
Lombok, Nusa Tenggara Timur
Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Timur menyebut tradisi ini dengan nama Lebaran Topat, yang dimeriahkan dengan tradisi nyangkar.
Nyangkar merupakan tradisi nenek moyang orang Sasak saat merayakan Lebaran Topat. Masyarakat Lombok akan melakukan arak-arakan cidomo hias yang mengangkut dulang berisi ketupat menuju pusat perayaan di makam Loang Baloq.
Cidomo merupakan angkutan tradisional semacam delman atau andong yang ditarik oleh kuda.
Arak-arakan tersebut berangkat dengan diiringi lantunan shalawat nabi. Sesampainya di makam, masyarakat akan melakukan zikir dan doa bersama.
Perayaan ini kemudian dilanjutkan dengan potong ketupat dan makan bersama di Taman Loang Baloq.