free web hit counter
Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Waspada Microsleep Saat Mudik! dr. Tirta Ingatkan Bahayanya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

13
×

Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

Share this article
Stik Playstation
Ilustrasi seorang pengendara menguap, sebagai salah satu tanda microsleep. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Musim mudik telah tiba! Di tengah euforia perjalanan menuju kampung halaman, ada satu bahaya yang sering luput dari perhatian, yakni microsleep. Dokter sekaligus pebisnis, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan bahwa kondisi ini bisa berakibat fatal, terutama bagi para pengemudi yang kelelahan. 

"Microsleep itu bukan tidur mikro, bukan. Tapi kondisi di mana otak kita tiba-tiba seperti nge-lag beberapa detik, seolah kita tidur sebentar tanpa sadar," jelas dr. Tirta, dikutip YouTube Tirta PengPengPeng, Rabu (26/3/2025). 

Ia mengibaratkan microsleep seperti ponsel yang kepanasan lalu nge-lag, tak bisa dikendalikan, tapi tiba-tiba kembali normal. 

Menurut dr. Tirta, microsleep terjadi karena otak memberikan alarm bahwa tubuh sudah sangat kelelahan. Akibatnya, pasokan oksigen dan suplai darah ke otak berkurang, membuat otak seperti mematikan tubuh secara sekejap."Microsleep itu seperti tidur di ambang batas deep sleep," tambahnya. 

Menurut dr. Tirta, beberapa penyebab microsleep di antaranya:
- Kelelahan ekstrem
- Kurang tidur atau begadang
- Konsumsi alkohol
- Tekanan kerja tinggi
- Gangguan tidur seperti sleep apnea atau insomnia 

Bahkan, microsleep tidak hanya menyerang pengemudi. Mahasiswa di kelas, pekerja kantoran, atau siapa pun yang kurang tidur bisa mengalaminya. 

Sebelum mengalami microsleep, kata dr. Tirta tubuh sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda peringatan. Jika mengalami hal ini saat berkendara, dr. Tirta menyarankan agar segera menepi. "Tidur di rest area 20 menit sudah cukup deepsleep," katanya. 

Berikut tanda-tanda gejala microsleep menurut dr. Tirta: 
- Sering menguap berulang kali
- Kehilangan fokus dan merasa pandangan tiba-tiba silau
- Mata merem-melek terus
- Tatapan kosong, tiba-tiba tidak sadar dengan jalan
- Tidak bisa mengingat kejadian satu atau dua menit terakhir
- Tubuh tersentak tiba-tiba 

"Kalau sudah merasakan gejala ini, lebih baik minggir dan istirahat. Jangan dipaksa!" tegas dr. Tirta. 

Menurut data yang dipaparkan dr. Tirta, microsleep sangat berbahaya bagi pengemudi. Jika seseorang mengalami microsleep selama 1 detik saat berkendara dengan kecepatan 100 km/jam, maka kendaraan bisa melaju tanpa kendali sejauh 27,7 meter. 

Kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan dan microsleep pun tidak main-main. Setiap tahunnya, sekitar 4.000–5.000 orang meninggal akibat kecelakaan di Indonesia, atau sekitar 10 orang per hari. 

"Setiap 2-3 jam, ada satu nyawa melayang di jalan akibat kecelakaan. Jadi kalau sudah ngantuk, istirahat! Jangan paksakan diri," ujarnya. 

Agar perjalanan tetap aman, dr. Tirta memberikan beberapa tips untuk mencegah microsleep:
• Istirahat cukup sebelum berkendara
• Hindari begadang dan konsumsi alkohol sebelum perjalanan
• Setiap 1-2 jam, berhenti untuk istirahat
• Lakukan peregangan 7 detik untuk melemaskan otot
• Jangan hanya andalkan kopi atau minuman energi – efeknya hanya bertahan 45 menit!
• Jika sudah mengantuk, tidur sejenak 20 menit untuk mendapatkan kualitas deep sleep 

"Ngebut cuma menghemat waktu satu jam, tapi risikonya bisa menghilangkan nyawa orang yang tak bersalah. Lebih baik molor satu jam, tapi perjalanan tetap aman," tutup dr. Tirta. 

Jadi, sudah siap mudik dengan aman? Jangan biarkan microsleep merenggut kebahagiaan Lebaran kamu. Semoga informasi ini bermanfaat.