free web hit counter
Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Viral Jamaah Kena Copet di Masjid Agung Jami' Kota Malang, Takmir: Belum Ada Laporan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

13
×

Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

Share this article
Stik Playstation
Masjid Agung Jami' Kota Malang.

JATIMTIMES - Dugaan aksi pencopetan mewarnai ibadah iktikaf di Masjid Agung Jami' Kota Malang beberapa saat lalu. Hal ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, usai seorang jamaah membagikan pengalaman buruknya saat beribadah di masjid tersebut. 

Hanya, apa yang menjadi keluhan jamaah tersebut  rupanya tidak disampaikan langsung kepada takmir Masjid Agung Jami' Kota Malang. Hal tersebut diungkapkan takmir Masjid Agung Jami' Kota Malang Mahmudi.

Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, Ada Yang Dirayakan sampai 3 Hari

Mahmudi mengatakan selama Ramadan ini belum mendapati kejadian maupun keluhan terkait pencopten di masjid tersebut. “Kok kami belum dengar kalau ada kejadian di masjid,” ujar Mahmudi, Selasa (25/3/2025).

“Biasanya kalau di masjid ya lapor ke takmir atau ke satpam,  tapi tidak ada keluhan atau laporan,” tambah Mahmudi.

Karena itu, jika didapati adanya pencopetan, takmir  mengimbau untuk segera melapor kepada pihak takmir maupun satpam di masjid. Tentunya agar ditindaklanjuti oleh takmir masjid.

Namun berbeda jika pencopetan terjadi  di luar masjid. Ia menyebut itu sudah di luar tanggung jawab masjid.

“Kalau sudah di luar masjid, apalagi melihat merconan, (petasan) ya sudah di luar tanggung jawab masjid. Bisa jadi dia ndak salat di masjid tapi berada di alun alun atau di depan Masjid Jami, tapi menyampaikan-nya dia berada di Jami,” tutup Mahmudi.

Sementara itu, keluhan ini pertama  diunggah oleh akun Facebook Dimas FA di grup Komunitas Warga Malang. Dia memperingatkan warga agar berhati-hati saat salat malam di sekitar Alun-Alun Kota Malang. 

“Ati-ati dulur kalo sholat malaman ndek alun-alun/jamik banyak copet bekeliaran dan banyak komplotannya juga di alun-alun Kota Malang,” tulisnya. 

Dalam unggahannya, Dimas menceritakan bahwa dirinya kehilangan ponsel saat iktikaf. Saat itu, suasana di sekitar Masjid Jami' sangat ramai karena banyak orang yang menonton pertunjukan petasan. 

Baca Juga : Kapan Sebaiknya Membayar Zakat Fitrah? Ini Waktu yang Dianjurkan

“Tadi kejadian pada saya, pas rame-rame liat merconan tadi ada anak yang mepet-mepet saya, terus terciduk saat buka tas saya dan ngambil HP saya tapi mereka berkomplot banyak saya liat sendiri saat mereka ambil HP langsung di oper ke temannya,” ungkapnya. 

Dimas sempat menangkap pelaku yang mencuri HP-nya. Namun, ia menyadari bahwa pelaku tidak beraksi sendirian. 

“Yang ambil langsung sy tangkap tapi kolplotanya banyak dan membela anak itu, saat sy tangkap temanya berusaha memisah agar pelaku tidak tertangkap dan komplotnya juga reflek menuduh saya copet sambil teriak-teriak dan saya sempat di kroyok komplotan dan orang-orang di situ yg mengira sy copet gara-gara komplotanya neriakin aku copet,” jelasnya. 

Beruntung, seorang teman Dimas berhasil menjelaskan kejadian sebenarnya. Namun, para pelaku sudah keburu kabur, meninggalkan jaket salah satu dari mereka di lokasi kejadian. 

“Untung ada teman sy yang bisa jelaskan kalo copetnya bukan sy, dari selepas saya habis di kroyok saya kehilangan jejak pelaku hanya meninggal kan jaket nya yg di lepas. Kalo yang mau sholat malaman yang hati-hati jaga barang berharganya kalo bisa jangan bawa barang berharga tinggal saja di rumah biar aman,” tambahnya.