JATIMTIMES - Wajah baru Alun-alun Merdeka Kota Malang kian nyata. Progres revitalisasi ruang publik ikonik di jantung Kota Malang itu ditargetkan menembus angka 90 persen pada pekan ini. Optimisme tersebut disampaikan langsung Pimpro Kontraktor Alun-alun Merdeka Malang, Yoseph Dwi Prasetya Adi, saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan laporan terbaru pada pekan ke-13, capaian pekerjaan saat ini telah menyentuh 80,24 persen. Yoseph menjelaskan, fokus pengerjaan kini berada di area tengah alun-alun yang menjadi titik utama daya tarik.
Baca Juga : Makin Ramah Lingkungan, 200 Becak Listrik Akan Layani Wisatawan di Kota Malang
"Pada pekan ini rencananya mencapai 89 persen, tapi kami optimisi bisa 90 persen atau di atasnya," terang Yoseph, Rabu (14/1/2026).
Area tengah Alun-alun Merdeka Malang nantinya akan dilengkapi fasilitas air mancur modern. Air mancur tersebut menyembur langsung dari permukaan tanah tanpa kolam, berbeda dari konsep lama. Menariknya, pada malam hari lantai area ini akan menyala berkat pencahayaan yang tertanam di permukaan.
Pantulan cahaya lampu pada pancuran air diyakini akan memperindah suasana alun-alun saat malam tiba. Untuk material lantai, bagian atas menggunakan batuan granit, sementara lapisan bawahnya memakai conwood yang dikenal kuat dan ramah lingkungan.
Tak hanya itu, area bermain anak-anak kini sudah rampung sepenuhnya. Terpantau terdapat empat ayunan baru dengan desain lebih segar. Di sisi lainnya, tersedia taman bermain seluncuran lengkap dengan fasilitas aral lintang yang berada dalam satu kawasan. Warna-warni cerah mendominasi area ini, memberikan kesan ceria bagi anak-anak dan keluarga.
Meski progres berjalan positif, Yoseph mengakui cuaca menjadi satu-satunya kendala yang cukup terasa. Saat hujan turun, pekerjaan luar ruangan terpaksa dihentikan sementara, terutama untuk aktivitas pengecatan.
"Kami beri kompensasi dengan lembur. Kendala saat ini memang hujan, tapi kalau pengerjaan di dalam ruangan bisa lakukan," ujarnya.
Seluruh material renovasi, lanjut Yoseph, telah tersedia di lokasi. Para pekerja tinggal melakukan pemasangan, sehingga target penyelesaian dinilai realistis untuk dikejar dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota Malang sendiri telah menetapkan batas akhir pengerjaan revitalisasi pada 20 Januari 2026. Yoseph memastikan proyek akan rampung sesuai jadwal, meski belum langsung dibuka untuk umum.
Baca Juga : Mini Bozem Bondowoso Disiapkan Pemkot Malang, Jurus Baru Tekan Banjir Langganan
"Namun pada tanggal 20 itu pagar masih belum dibuka. Akan dibuka ketika akan diresmikan," terangnya.
Hal itu lantaran masih ada beberapa pekerjaan di luar tanggung jawab kontraktor, seperti perbaikan lampu di pojok alun-alun yang saat ini masih mati. Perbaikan lampu tersebut menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
"Jadi ketika nanti sudah selesai, akan diperiksa dulu semuanya. Kalau semuanya sudah dipastikan aman, baru diresmikan. Kami harus pastikan semuanya baik," ujarnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menegaskan bahwa penyelesaian revitalisasi harus sesuai dengan kesepakatan awal. "Sesuai target tanggal 20 Januari sudah selesai," terang Wahyu.
Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menyebutkan bahwa jam kerja lembur diterapkan demi mengejar target. Dengan progres yang ada, pihaknya optimistis proyek bisa segera dituntaskan dan diresmikan. "Akhir bulan ini bisa diresmikan," katanya.
Seperti diketahui, revitalisasi Alun-alun Merdeka Malang sendiri dibiayai melalui dana CSR Bank Jatim sebesar Rp 5 miliar dan telah dimulai sejak Oktober 2025.