JATIMTIMES – Penetapan Kelurahan Tawanganom sebagai "Kampung PLN Mobile" menjadi indikator baru dalam pergeseran pola interaksi antara penyedia layanan publik dan konsumen di Kabupaten Magetan. Langkah ini menandai transisi dari model pelaporan konvensional menuju sistem kendali mandiri berbasis digital yang lebih transparan.
Fungsi sentral dari program ini terletak pada fitur Self-Service. Jika sebelumnya pelanggan bergantung pada kedatangan petugas catat meter atau panggilan telepon call center yang memakan waktu, kini alur tersebut dipangkas melalui satu pintu aplikasi.
Baca Juga : Eksepsi Jaksa Agung Atas Kasus Silfester Matituna Yang Digugat Warga Jember Ditolak PN Jaksel
"Melalui program Kampung PLN Mobile, kami menghadirkan revolusi layanan yang jauh lebih efisien. Keberadaan koordinat GPS yang akurat mampu memangkas waktu pencarian lokasi gangguan hingga 30-50% lebih cepat. Selain itu, urusan administrasi seperti pasang baru atau tambah daya kini diproses secara instan melalui sistem pembayaran terintegrasi, yang sekaligus menjamin transparansi biaya karena seluruh transaksi terekam secara resmi dalam sistem keuangan perusahaan guna menutup celah praktik pungutan liar," tegas Mustafa Kurniawan, Manager PLN ULP Magetan.
Tawanganom, kini melengkapi ekosistemnya dengan pilar digital. Bagi wilayah dengan basis UMKM yang kuat, fungsi aplikasi ini meluas melalui fitur Marketplace.
Ini adalah upaya menyatukan konsumsi energi dengan produktivitas ekonomi, di mana warga dapat memasarkan produk lokal mereka dalam platform yang sama.
Meskipun menawarkan efisiensi tinggi, keberhasilan program ini di Magetan akan sangat bergantung pada tingkat literasi digital masyarakat. Tawanganom kini menjadi laboratorium lapangan untuk melihat apakah teknologi ini benar-benar bisa diadopsi oleh semua lapisan usia, atau justru menciptakan celah baru bagi warga yang belum akrab dengan smartphone.
Ke depan, model fungsional yang diterapkan di Tawanganom ini diharapkan menjadi standar baru pelayanan publik. Keberhasilannya akan diukur dari seberapa signifikan penurunan angka keluhan manual dan peningkatan kecepatan respon energi di masyarakat.