JATIMTIMES – Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu kembali memicu terjadinya bencana tanah longsor. Tebing di kawasan Jalan Trunojoyo (jalur Payung 2), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, dilaporkan longsor pada Senin (6/4/2026) menjelang tengah malam.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Batu, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Material longsoran berupa tanah dan ranting pohon sempat menutup sebagian bahu jalan, yang mengakibatkan arus lalu lintas penghubung Kota Batu dan Kabupaten Malang via Pujon terganggu.
Baca Juga : Gigit Balita Hingga Luka, Monyet Buas Peliharaan Dilepasliarkan Damkar Situbondo
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat kondisi tanah yang jenuh setelah diguyur hujan lebat. Tebing yang longsor tercatat memiliki dimensi tinggi sekitar 10 meter, lebar 2 meter, dan panjang 1 meter.
"Material longsor menutupi sebagian badan jalan sehingga mengganggu mobilitas kendaraan. Namun, tim segera meluncur ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan awal," ujar Suwoko dalam laporannya, Selasa (7/4/2026).
Guna mempercepat proses pembersihan, BPBD Kota Batu melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyemprotan sisa material tanah. Hal ini dilakukan agar jalan tidak licin dan membahayakan pengendara yang melintas.
Proses evakuasi material ini melibatkan personel gabungan dari TNI/Polri, perangkat Kelurahan Songgokerto, Relawan, serta dibantu oleh warga setempat. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa di jalur miring tersebut.
"Hingga dini hari tadi, pembersihan material sudah dilakukan. Kondisi saat ini sudah mulai kondusif, namun sisa-sisa tanah masih perlu diwaspadai jika hujan kembali turun," tambahnya.
Baca Juga : Indonesia Peringkat Ke 5 LGBT di Dunia, Ini Penyebabnya?
Atas kejadian ini, BPBD Kota Batu memberi imbauan kepada masyarakat, khususnya para pengendara, agar ekstra hati-hati saat melintasi jalur rawan longsor seperti kawasan Payung saat cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat berkendara di malam hari dalam kondisi hujan. Jalur Payung memiliki kerawanan tinggi terhadap pergerakan tanah," pungkas Suwoko.