free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Jadwal Musim Kemarau 2026 di Jawa Timur, Berikut Sebaran Wilayahnya 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

05 - Apr - 2026, 13:14

Loading Placeholder
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: Pixabay)

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur akan datang bertahap mulai April hingga Juni. Sejumlah daerah diperkirakan masuk fase kemarau lebih awal, sementara wilayah lain menyusul pada Mei dan Juni.

Informasi ini bisa menjadi acuan masyarakat, terutama petani, pengelola sumber daya air, hingga pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Baca Juga : 10 PTN Akademik dan PTN Vokasi Paling Diburu di SNBP 2026, UPI dan Unesa Salip UI

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno mengatakan prediksi tersebut disusun berdasarkan analisis atmosfer global dan regional.

“Prediksi menunjukkan kondisi ENSO Netral pada Maret-Juni 2026, kemudian peluang 50-60% El Nino lemah hingga moderat mulai pertengahan tahun. IOD diprediksi netral sepanjang tahun, suhu permukaan laut Indonesia normal hingga hangat, serta Monsun Australia mulai memasuki wilayah Indonesia bagian selatan mulai Maret 2026,” ujar Anung dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan lebih panjang dari normal. “Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya,” ujar BMKG dalam rilis prediksi musim kemarau 2026. 

Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Timur diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. 

Jadwal Musim Kemarau 2026 di Jawa Timur

BMKG membagi awal musim kemarau berdasarkan dasarian:
• Dasarian I: tanggal 1-10
• Dasarian II: tanggal 11-20
• Dasarian III: tanggal 21 hingga akhir bulan
Berikut rincian lengkap jadwal per wilayah.

Mulai April

• Bangkalan: April I, April II
• Banyuwangi: April II, April III
• Bojonegoro: April II, April III
• Bondowoso: April III
• Jember: April III
• Gresik: April III
• Lamongan: April II, April III
• Madiun: April III
• Kota Madiun: April III
• Magetan: April III
• Kabupaten Malang: April III
• Nganjuk: April III
• Pacitan: April III
• Pamekasan: April III
• Pasuruan: April II
• Kota Pasuruan: April II
• Ponorogo: April III
• Probolinggo: April I, April II
• Kota Probolinggo: April I
• Sampang: April I, April III
• Situbondo: April I, April III
• Sumenep: April II, April III
• Trenggalek: April III
• Tuban: April II, April III
• Blitar: April III

Mulai Mei

• Jombang: Mei I, Mei II
• Kediri: Mei I, Mei II, Mei III
• Kota Kediri: Mei III
• Kota Malang: Mei I
• Kota Batu: Mei II
• Mojokerto: Mei I, Mei II
• Kota Mojokerto: Mei I, Mei II
• Ngawi: Mei I
• Sidoarjo: Mei I, Mei III
• Kota Surabaya: Mei I, Mei III
• Tulungagung: Mei I, Mei II
• Kota Blitar: Mei III

Mulai Juni

Baca Juga : Sempat Bantah Ada Insiden Wahana Patah, Akhirnya Manajemen Mikutopia Akui dan Minta Maaf

• Banyuwangi: Juni II
• Bondowoso: Juni II
• Lumajang: Juni II, Juni III
• Kabupaten Malang: Juni III
• Trenggalek: Juni II

BMKG juga memberikan sejumlah rekomendasi menghadapi musim kemarau tahun ini. Untuk sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan kalender tanam. Salah satunya dengan memilih varietas padi berumur pendek dan tahan kekeringan, serta beralih ke tanaman palawija di wilayah yang rawan kekurangan air.

Melansir BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering di banyak zona musim. “Akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar Indonesia diprediksi pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya,” ujar BMKG. 

Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga diimbau menyiapkan langkah mitigasi untuk kekurangan air bersih, distribusi air ke masyarakat serta potensi kebakaran lahan dan hutan. Warga juga diminta untuk melakukan optimalisasi waduk dan penampungan air hujan di akhir musim hujan. 

BMKG juga turut menyoroti kemungkinan El Nino lemah hingga moderat yang bisa memperparah kondisi kemarau pada pertengahan tahun.  Karena itu, masyarakat di Jawa Timur diimbau mulai bersiap sejak April, terutama di wilayah yang diprediksi lebih dulu masuk musim kemarau.


Topik

Peristiwa bmkg musim kemarau kemarau di jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---