JATIMTIMES - Seorang Balita di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo mengalami luka usai digigit seekor monyet abu-abu peliharaan orang tuanya, Senin (6/4/2026). Insiden tersebut membuat warga sekitar panik dan segera meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan evakuasi.
Berdasarkan keterangan Kasubag Umum Damkar Situbondo, Dayat, kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB, saat petugas Damkar Situbondo menerima laporan dari seorang warga bernama Juddin (50).
Baca Juga : Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Cair Lebih Cepat? Ini Jadwal April 2026
"Ada warga Gelung yang menginformasikan bahwa dua ekor monyet abu-abu yang dipeliharanya tiba-tiba menunjukkan perilaku agresif dan menyerang anak kecil yang sedang bermain di sekitar rumah," ujar Dayat saat dikonfirmasi (7/4/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkar langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kewaspadaan karena salah satu monyet berjenis kelamin jantan diketahui sangat agresif dan berpotensi membahayakan manusia di sekitarnya.
Dayat menambhakan jika serangan tersebut menyebabkan seorang balita mengalami luka gigitan yang cukup parah. Meski demikian, korban berhasil mendapatkan penanganan medis dan saat ini kondisinya dilaporkan selamat.
"Alhamdulillah korbannya selamat dan sudah diobati, semoga tidak terjadi apa-apa," imbuh Dayat.
Menurutnya, pemilik sengaja memelihara dua ekor monyet abu-abu dengan tujuan untuk dijodohkan. Namun, perilaku hewan tersebut berubah menjadi liar seiring bertambahnya usia, terutama pada monyet jantan yang cenderung lebih agresif dan sulit dikendalikan.
Ia menambahkan bahwa dalam praktiknya, tidak semua jenis monyet aman untuk dipelihara sebagai hewan peliharaan. Beberapa spesies, termasuk monyet abu-abu, memiliki sifat alami yang cenderung buas ketika memasuki usia dewasa, meskipun sebelumnya dipelihara sejak masih kecil.
"Memang perlu edukasi ini, jadi ada beberapa jenis monyet yang bisa dipelihara dan akan setia dengan pemiliknya. Namun untuk monyet abu-abu ini ketika dipelihara sampai dewasa akan buas dan itu sudah sering saya temui," jelasnya.
Baca Juga : Sejumlah Rumah hingga Akses Jalan di Tirtoyudo Rusak Terdampak Longsor
Proses penangkapan monyet berlangsung cukup menegangkan. Petugas harus menggunakan teknik khusus dan perlengkapan pengaman untuk menghindari serangan. Bahkan, monyet jantan tersebut sempat mencoba menyerang petugas saat hendak dimasukkan ke dalam kandang evakuasi.
Setelah berhasil diamankan, petugas Damkar kemudian membawa hewan tersebut untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya. Lokasi pelepasliaran dipilih di kawasan Hutan Pecaron, Kecamatan Kendit, yang dinilai masih sesuai sebagai lingkungan hidup bagi satwa liar tersebut.
Dayat juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memelihara satwa liar, khususnya jenis monyet abu-abu. Selain berpotensi membahayakan keselamatan manusia, pemeliharaan satwa liar tanpa pengetahuan yang memadai juga dapat melanggar aturan konservasi.
"Sudah dari dulu monyet abu ketika dewasa pasti akan buas dengan sendirinya. Kami harap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak memelihara hewan liar yang berisiko," pungkasnya.