free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Anak Usia 1–4 Tahun Dominasi Suspek Campak, Orang Tua Diminta Waspada

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

06 - Apr - 2026, 12:21

Loading Placeholder
Pelaksanaan vaksinasi campak di wilayah RW 3 Kelurahan Bunulrejo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kasus suspek campak di Kota Malang masih ditemukan sepanjang 2026. Kelompok balita, khususnya usia 1 hingga 4 tahun, menjadi yang paling rentan terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengungkapkan bahwa mayoritas temuan suspek berasal dari kelompok usia tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius karena balita memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang.

Baca Juga : Kejar 95 Persen, Pemkot Malang Intensifkan Imunisasi Campak hingga Door to Door

“Kalau yang kemarin, yang terbanyak di usia 1 sampai 4 tahun,” ujar Husnul, Senin (6/4/2026) saat meninjau pelaksanaan vaksin di posyandu wilayah Kelurahan Bunulrejo.

Ia menjelaskan, status suspek campak ditentukan berdasarkan gejala awal yang ditemukan di fasilitas kesehatan. Temuan tersebut berasal dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.

“Ini kan baru suspek. Jadi, suspek itu ada gejala yang ditemukan oleh teman-teman di puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit,” jelasnya.

Selanjutnya, sampel pasien akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Jika masih terindikasi, pemeriksaan dilanjutkan ke tingkat pusat dengan metode lanjutan.

“Nah, dari BBLK Surabaya kalau dicurigai lagi, maka dikirim ke Pusat Laboratorium Kesehatan dengan pemeriksaan WGS,” terang Husnul.

Ia menegaskan, metode Whole Genome Sequencing (WGS) mampu memastikan keberadaan virus campak secara akurat. Dengan begitu, penetapan kasus tidak dilakukan secara sembarangan.

“Dengan pemeriksaan WGS ini sudah bisa dipastikan bahwa yang dicurigai itu memang ada virus campak di dalam tubuh,” imbuhnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Malang telah menggelar Outbreak Response Immunization (ORI). Capaian program tersebut mencapai 95,6 persen atau telah melampaui ambang herd immunity.

“ORI, alhamdulillah capaian kita 95,6 persen. Artinya sudah mencapai lebih dari herd immunity,” ungkapnya.

Baca Juga : Menjemput Ujian dengan Tenang, Ruang Hening di Balik Ikhtiar Siswa MTsN 2 Kota Malang

Tak berhenti di situ. Pada 2026 ini Dinkes juga menjalankan program catch-up atau kejar serentak imunisasi campak. Program ini difokuskan pada anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum lengkap status imunisasinya.

“Catch-up ini yang sudah imunisasi satu dan dua tidak diikutsertakan,” jelas Husnul.

Dari total sekitar 12 ribu sasaran awal, setelah verifikasi tersisa sekitar 1.400 anak yang menjadi prioritas imunisasi. Langkah ini dilakukan agar intervensi lebih tepat sasaran.

Sementara itu, pelaksanaan imunisasi berlangsung pada 1 hingga 7 April 2026. Dinkes masih menunggu laporan kumulatif capaian vaksinasi dari seluruh fasilitas kesehatan.

Untuk diketahui, pada 2025 terdapat 312 suspek dengan 52 kasus campak terkonfirmasi. Sedangkan pada 2026 tercatat 61 suspek, namun belum ada hasil laboratorium lanjutan.

“Tahun 2026, suspek-nya 61, belum ada feedback dari Balai Laboratorium maupun Pusat Laboratorium Kesehatan,” pungkas Husnul.


Topik

Kesehatan campak kota malang suspek campak pemkot malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---