JATIMTIMES - Aurelie Moeremans terus menjadi perhatian publik sejak ia membuka kisah kelam masa lalunya lewat buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Memoar tersebut mengungkap pengalaman Aurelie menjadi korban child grooming dan kekerasan seksual saat masih berusia 15 tahun.
Aurelie bahkan memutuskan menggratiskan versi digital bukunya agar lebih banyak orang bisa membaca dan memahami apa yang pernah ia alami. Meski tujuannya mulia namun tidak semua orang bisa menerimanya. Hal ini terbukti dari beberapa orang yang tidak terima jika Aurelie mendapat dukungan dari orang lain.
Baca Juga : Nama Roby Tremonti Terseret Usai Buku Broken Strings Viral, Unggahan Soal Jerat Hukum Jadi Sorotan
Hal inilah yang kemudian membuat Aurelie memilih tidak membagikan ulang semua dukungan yang masuk melalui media sosial.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Lewat broadcast channel Instagram miliknya, Aurelie mengungkap bahwa salah satu figur publik yang sempat menyatakan dukungan justru mendapat teror. Figur tersebut adalah Hesti Purwadinata.
Aurelie menceritakan bahwa ia sempat me-repost unggahan Instagram Story Hesti Purwadinata yang menyatakan empati dan dukungan kepadanya. Namun setelah itu, situasi berubah drastis.
Menurut Aurelie, Hesti dan suaminya, Edo Borne, justru menjadi sasaran ancaman yang datang bertubi-tubi, mulai dari pesan langsung di media sosial hingga WhatsApp.
“Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM sampai ke WhatsApp,” ungkap Aurelie, Minggu (11/1/2026).
Walaupun pasangan tersebut memilih tidak menanggapi teror itu, Aurelie mengaku merasa tidak enak karena orang lain harus ikut menanggung risiko hanya karena berdiri di pihaknya.
“Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau orang lain ikut kena hanya karena mendukung aku, itu berat,” katanya.
Sejak saat itu, Aurelie memutuskan tidak lagi mengunggah ulang dukungan dari rekan artis maupun kerabat, bukan karena tidak menghargai, melainkan justru untuk melindungi mereka.
Dalam channel Instagram-nya, Aurelie juga memperlihatkan bukti pesan WhatsApp yang diterima Edo Borne. Pesan tersebut diduga dikirim oleh Roby Tremonti, sosok yang kini tengah dikaitkan dengan kisah di dalam buku Broken Strings.
Dalam pesan itu, pengirim menyertakan tangkapan layar unggahan Hesti Purwadinata dan meminta Edo memberikan “feedback”.
Baca Juga : Membangun Negara dengan Bata: Senapati Kediri dan Pertahanan Awal Mataram
Ketika tidak mendapat respons, nada pesan berubah menjadi ancaman hukum.
“Gue tunggu 1x24 jam ya Bro. Kalau memang tidak ada respons, gue tau mesti menempuh jalur hukum apabila diperlukan,” tulisnya.
Alih-alih takut, Aurelie justru menanggapi ancaman tersebut dengan nada satir.
“Bukuku belum difilmkan, tapi live action-nya sudah jalan duluan,” tulisnya sambil menyindir situasi yang terjadi.
Nama Roby Tremonti memang belakangan kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kisah dalam buku Aurelie. Roby sebelumnya mengaku pernah menikah dengan Aurelie Moeremans.
Namun Aurelie menegaskan bahwa pernikahan tersebut tidak sah menurut Gereja Katolik dan telah dibatalkan, sehingga ia tetap bisa menikah dengan suaminya sekarang, Tyler Bigenho. Dalam ajaran Katolik, pernikahan hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup.
Di dalam Broken Strings, Aurelie menulis tentang hubungannya di masa remaja dengan seorang pria berusia 29 tahun bernama “Bobby”. Saat itu, Aurelie baru berusia 15 tahun dan menjadi korban child grooming, sebuah metode manipulasi psikologis yang kerap digunakan orang dewasa untuk mengeksploitasi anak.
Kisah tersebut kini menjadi perhatian publik luas dan membuat banyak pihak menyuarakan solidaritas kepada Aurelie meski sayangnya, tidak semua dukungan itu datang tanpa risiko.