free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Fenomena Astronomi Januari 2026: Awal Tahun Penuh Atraksi Langit Menakjubkan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

02 - Jan - 2026, 10:11

Loading Placeholder
Ilustrasi fenomena astronomi. (Foto dari iStock)

JATIMTIMES - Langit malam pada Januari 2026 menawarkan banyak peristiwa astronomi menarik yang patut disaksikan. Di bulan pertama tahun ini, pengamat langit akan dimanjakan oleh kombinasi hujan meteor aktif, planet-planet terang yang mudah diamati, serta fase Bulan yang mendukung pengamatan objek langit dalam. Dengan kondisi tersebut, Januari menjadi salah satu waktu terbaik untuk menikmati keindahan alam semesta.

Berbagai fenomena ini bisa diamati tanpa peralatan khusus, meski teleskop dan kamera akan memberikan pengalaman yang lebih maksimal. Berikut rangkaian fenomena astronomi utama sepanjang Januari 2026, berdasarkan rangkuman dari SeaSky.

Baca Juga : Wisatawan Kaget Tarif Parkir Bukit Bintang Batu Jadi Rp 50 Ribu Saat Malam Tahun Baru

Hujan Meteor Quadrantids, Pembuka Tahun yang Spektakuler (3–4 Januari)

Tahun 2026 diawali dengan hujan meteor Quadrantids, salah satu hujan meteor paling aktif dalam setahun. Pada puncaknya, langit berpotensi dihiasi hingga puluhan meteor per jam, menjadikannya atraksi yang sayang dilewatkan bagi pencinta astronomi.

Quadrantids berasal dari serpihan debu kosmik yang ditinggalkan oleh objek langit 2003 EH1, yang diyakini sebagai sisa komet yang telah punah. Fenomena ini terjadi rutin setiap awal Januari, dengan periode aktif sekitar 1 hingga 5 Januari dan puncak pengamatan pada malam 3 Januari hingga dini hari 4 Januari.

Kondisi pengamatan tahun ini tergolong menguntungkan karena Bulan berada pada fase sabit tipis dan terbenam lebih awal. Hal tersebut membuat langit malam lebih gelap dan memungkinkan meteor terlihat lebih jelas. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar dari lokasi yang jauh dari polusi cahaya perkotaan.

Venus Bersinar Paling Tinggi di Langit Senja (10 Januari)

Pada 10 Januari 2026, planet Venus mencapai posisi elongasi timur terbesar, yang berarti jaraknya dari Matahari tampak paling jauh jika dilihat dari Bumi. Pada momen ini, Venus berada pada posisi tertinggi di langit sore dan menjadi sangat mudah diamati.

Venus akan tampak mencolok di langit barat setelah Matahari terbenam, dengan cahaya terang yang sering disalahartikan sebagai bintang. Fenomena ini menjadi waktu ideal untuk mengenali dan mengamati Venus, bahkan tanpa alat bantu optik.

Wolf Moon, Bulan Purnama Pertama Tahun 2026 (13 Januari)

Fase Bulan Purnama terjadi pada 13 Januari 2026, ketika Bulan berada tepat berlawanan arah dengan Matahari. Pada fase ini, seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi tampak terang sempurna sepanjang malam.

Bulan purnama Januari dikenal dengan sebutan Wolf Moon. Nama ini berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkannya dengan kebiasaan serigala melolong di tengah musim dingin saat persediaan makanan menipis. Selain Wolf Moon, bulan ini juga memiliki nama lain seperti Old Moon dan Moon After Yule, yang mencerminkan penanggalan tradisional di masa lalu.

Mars di Oposisi, Paling Terang Sepanjang Tahun (16 Januari)

Salah satu peristiwa paling dinanti terjadi pada 16 Januari, ketika planet Mars berada dalam posisi oposisi. Pada kondisi ini, Mars berada paling dekat dengan Bumi dan seluruh permukaannya diterangi Matahari, sehingga tampak lebih besar dan terang dibandingkan waktu lainnya.

Baca Juga : Istri Wajib Tahu, Doa Ini Dipercaya Menjaga Kesetiaan Suami

Mars dapat diamati hampir sepanjang malam, dari senja hingga fajar. Dengan teleskop berukuran sedang, pengamat berpeluang melihat variasi warna dan fitur gelap di permukaan Mars yang berwarna merah jingga. Momen ini juga menjadi waktu terbaik untuk memotret Mars bagi penggemar astrofotografi.

Bulan Baru, Waktu Terbaik Mengintip Langit Dalam (29 Januari)

Menjelang akhir bulan, fase Bulan Baru terjadi pada 29 Januari 2026. Pada fase ini, Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari sehingga tidak memancarkan cahaya ke arah Bumi dan praktis tidak terlihat di langit malam.

Kondisi langit yang gelap tanpa gangguan cahaya Bulan menjadikan periode ini sangat ideal untuk mengamati objek langit redup, seperti galaksi, nebula, dan gugus bintang. Bagi pengamat langit dalam, fase Bulan Baru selalu menjadi momen yang paling ditunggu.

Dengan hadirnya hujan meteor aktif, planet-planet terang yang mudah diamati, serta fase Bulan yang mendukung, Januari 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi siapa pun yang tertarik pada astronomi. Cukup dengan langit cerah dan lokasi yang relatif gelap, berbagai fenomena kosmik ini dapat dinikmati langsung dari Bumi.

Fenomena-fenomena tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa awal tahun bukan hanya soal resolusi baru, tetapi juga kesempatan untuk menyaksikan keindahan alam semesta yang terus bergerak di atas kita.


Topik

Peristiwa astronomi fenomena langit langit januari



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---