free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Cahaya Lampion di Pasir Putih dan Doa Kiai Kholil di Alun-alun Situbondo Warnai Pergantian Tahun

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

01 - Jan - 2026, 08:56

Loading Placeholder
Lampion Solidaritas di Wisata Pantai Pasir Putih dan Doa Bersama KHR Muhammad Kholil As'ad Syamsul Arifin di Alun-alun Situbondo, Rabu (31/12/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Langit Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu (31/12/2025) malam, dipenuhi ribuan titik cahaya yang perlahan naik ke udara, membentuk pemandangan syahdu. Lampion-lampion warna-warni diterbangkan serentak oleh para pengunjung, menjadi penanda pergantian tahun yang berbeda—lebih hening, lebih bermakna.

Momen tersebut menjadi bagian dari Festival Cahaya Laut, perayaan malam tahun baru yang untuk pertama kalinya digelar di Pantai Pasir Putih. Tak sekadar selebrasi, festival ini dimaknai sebagai ruang doa dan solidaritas bagi saudara-saudara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah dilanda bencana banjir bandang. Dari setiap lampion yang dibeli, sebagian dana disisihkan untuk membantu para korban.

Baca Juga : Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim Apresiasi Kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 di Situbondo

Hujan yang mengguyur kawasan pantai sejak sore hingga sekitar pukul 21.00 WIB tak menyurutkan antusiasme pengunjung. Mereka bertahan, sebagian berteduh di warung-warung UMKM sambil menikmati kuliner khas Pasir Putih—mulai sate lalat hingga aneka kudapan hangat—menunggu hujan reda.

Ketika gerimis berhenti, suasana pantai justru terasa semakin intim. Alunan musik akustik dari Ali Gardi dan Mayonk Band mengalir lembut, berpadu dengan debur ombak. Area parkir penuh, pengunjung membeludak. Ada yang menggelar tikar, bahkan mendirikan tenda kecil di tepi pantai. Sejumlah hotel dan penginapan di sekitar Pasir Putih dilaporkan terisi penuh.

Menjelang tengah malam, suasana kian hening. Hitungan mundur pergantian tahun pun dimulai. Serentak, lampion-lampion dilepaskan ke langit. Dari bibir pantai, cahaya itu terbang perlahan, berlatar perahu-perahu nelayan yang berhias lampu kelap-kelip di tengah laut. Pemandangan tersebut membuat banyak pengunjung terdiam, menautkan harap pada setiap cahaya yang mengudara.

Di balik momen itu, doa-doa dipanjatkan. Harapan agar tahun 2026 lebih baik, sekaligus doa bagi para korban bencana di Sumatra. Perayaan yang biasanya identik dengan hiruk-pikuk, malam itu berubah menjadi ruang refleksi dan empati.

Koordinator Pengelola Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, Yogie Kripsian Sah, secara simbolis menyerahkan donasi dari pengunjung kepada BPBD untuk kemudian disalurkan kepada para korban bencana.

“Festival Cahaya Laut ini bukan sekadar hiburan, tetapi wujud kepedulian. Cahaya lampion adalah doa dan harapan,” ujarnya.

Yogie menambahkan, Festival Cahaya Laut menjadi upaya mengangkat kembali daya saing wisata Pasir Putih, khususnya di momentum libur Natal dan Tahun Baru. “Ini pertama kalinya kami gelar. Kami optimistis konsep yang berbeda dan bermakna ini bisa menjadi daya tarik baru Pasir Putih,” katanya.

Pengunjung yang hadir tak hanya berasal dari Situbondo, tetapi juga Bondowoso, Probolinggo, Jember, hingga Surabaya. Nur (27), pengunjung asal Jember, mengaku momen menerbangkan lampion terasa jauh lebih menyentuh dibandingkan pesta kembang api.

“Biasanya tahun baru ramai dan bising. Di sini justru tenang. Saat lampion naik, rasanya seperti ikut mengirim doa, bukan sekadar bersenang-senang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Galih (36), wisatawan asal Surabaya yang datang bersama keluarganya. “Anak-anak senang, tapi juga belajar empati. Kami menulis doa untuk korban banjir di Sumatra sebelum menerbangkan lampion. Ini perayaan yang punya makna,” katanya.

Baca Juga : Refleksi Akhir Tahun 2025, Golkar Situbondo Gelar Doa Bersama

Selain Festival Cahaya Laut di Pantai Pasir Putih, suasana refleksi akhir tahun juga terasa kuat di Alun-alun Situbondo. Ribuan warga dari berbagai kalangan mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh ulama kharismatik KHR Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin.

Dalam doa bersama tersebut, KHR Muhammad Kholil As’ad mengajak masyarakat mengisi pergantian tahun dengan muhasabah, memperkuat persaudaraan, serta mendoakan keselamatan bangsa dan para korban bencana alam di berbagai daerah.

“Pergantian tahun bukan sekadar soal waktu, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” tutur KHR Muhammad Kholil As’ad di hadapan jamaah.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang turut hadir dalam rangkaian kegiatan akhir tahun itu mengimbau masyarakat agar merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih bijak dan tidak berlebihan.

“Pergantian tahun ini kita isi dengan doa dan empati. Semoga cahaya yang kita terbangkan dan doa yang kita panjatkan malam ini menjadi harapan bagi sesama anak bangsa,” ujarnya.

Usai rangkaian acara, petugas kebersihan yang disiagakan langsung bergerak cepat menyisir kawasan Pantai Pasir Putih dan sekitarnya, memastikan lampion serta sampah tidak mencemari lingkungan.

Pasir Putih dan Alun-alun Situbondo malam itu bukan hanya menyalakan cahaya di langit, tetapi juga menerbitkan doa di hati. Sebuah pesan sederhana dari Situbondo untuk Nusantara: di tengah duka, harapan tetap bisa diterbangkan dan dipanjatkan bersama.


Topik

Peristiwa pantai pasir putih festival cahaya laut bupati situbondo tahun baru kiai kholil



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---