free web hit counter
Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pemkab Malang Masih Hitung Kebutuhan Anggaran Program Sekolah Unggulan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13
×

Rencana Rilis PlayStation 6 Berpotensi Terungkap, Berkat Microsoft

Share this article
Stik Playstation
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji saat ditemui di Pendapa Agung Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini masih menghitung kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan program Sekolah Unggulan yang akan direalisasikan pada 33 SDN dan 40 SMPN di Kabupaten Malang. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, bahwa untuk pelaksanaan program Sekolah Unggulan yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM), pastinya nanti membutuhkan anggaran yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2025. 

Baca Juga : Pendaftaran Jalur Mandiri UIN Malang 2025: Kesempatan bagi Calon Mahasiswa yang Belum Lolos SNBP/SNBT

"Program Sekolah Unggulan ini juga memerlukan anggaran dari APBD. Tapi sampai saat ini belum. Makanya masih dicek itu kebutuhan apa saja, akan dibuatkan RAB. Rencananya nanti akan dibahas di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan)," ungkap Suwadji kepada JatimTIMES.com. 

Pihaknya menjelaskan, terdapat beberapa perangkat daerah yang terlibat langsung dalam pembahasan program Sekolah Unggulan yang dicanangkan oleh Bupati Malang HM. Sanusi bersama Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. 

"Di Pemkab yang terlibat itu Bappeda, Dispendik, DPKPCK karena sarana prasarananya itu, kemudian Balitbangda itu terkait dengan pola pengembangannya, Bagian Kerja Sama, DLH juga karena ada sekolah Adiwiyata," tutur Suwadji. 

Menurutnya, program Sekolah Unggulan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, melainkan melalui program Sekolah Unggulan juga diharapkan dapat mengembangkan minat dan bakat yang bersifat non akademik agar dapat lebih berprestasi. 

"Keunggulan ini disamping output nilai akademik bagus, pengembangan minat bakat itu juga harus dikembangkan. Dari aspek keagamaannya, aspek keterampilannya, aspek minat hobinya di seni, olahraga atau talenta yang lain itu yang harus dikembangkan," ujar Suwadji. 

Lebih lanjut, sebanyak 33 SDN dari 1.061 SDN dan 40 SMPN dari 97 SMPN yang diusulkan untuk dapat mengikuti program Sekolah Unggulan ini telah melalui proses identifikasi yang dilakukan oleh tim dari Pemkab Malang. Di mana terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan, yakni sekolah tersebut memiliki perkembangan yang bagus, hasil dari lulusannya juga bagus, jumlah pendaftar siswa baru, kelengkapan sarana prasarananya, kondusifitas sekolah, kualitas guru, serta berbagai kegiatan unggulan yang sarat akan inovasi di setiap sekolah yang diusulkan. 

Baca Juga : Hendak Kuliah di Universitas Terbuka? Segini Biaya Pendidikannya

Suwadji mengatakan, selain itu semua, setiap sekolah yang diusulkan juga memiliki konsep tematik dalam pembelajarannya. Pihaknya menyebut terdapat beberapa sekolah yang memiliki tematik di sekolahannya. 

"Yang sudah jelas ada itu SMPN 2 Sumberpucung itu tematik budaya, SMPN 4 Kepanjen tematik IT atau digitalisasi, SMPN 3 Kepanjen tematik olahraga, kemudian SMPN 1 Karangploso itu tematik budaya dan IT, SMPN 1 Wagir tematik sekolah ramah lingkungan dan sekolah lainnya," beber Suwadji. 

Nantinya, melalui program Sekolah Unggulan ini setiap sekolah yang terpilih akan menerapkan strategi dan pola pembelajaran kepada para murid dengan penuh inovasi dan konsep tematik yang dikembangkan di masing-masing sekolah.