JATIMTIMES - Tim sepak bola putra Kota Malang berencana mencoret tiga pemain yang disiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025. Hal itu berdasarkan technical hand book (THB) sepak bola yang diterima dari KONI Jatim.
Manager tim sepak bola putra Kota Malang, Hengky Bayu Firmansyah membenarkan bahwa pihaknya telah menerima THB cabor sepak bola untuk Porprov IX Jatim 2025 Malang Raya. Didalamnya berisi tentang panduan mulai dari sistem pertandingan, peraturan, pemain hingga larangan.
Baca Juga : Masjid Al Ilyas Bakal Jadikan Sedekah Uang Jamaah Tarawih Sebagai Agenda Tahunan
“Peraturan sepak bola sudah keluar pada THB yang kami terima. Di situ disebutkan bahwa setiap tim memang hanya bisa mendaftarkan 24 pemain,” kata Bayu kepada JatimTIMES, Minggu (30/3/2025).
Saat ini, Bayu mengaku memiliki 27 pemain yang memang telah disiapkan sejak lama. Namun berkaca pada peraturan tersebut, pihaknya dengan berat hati akan mencoret tiga pemain yang nantinya melalui keputusan dari tim pelatih.
“Sekarang kami punya 27 pemain. 27 pemain itu sebenarnya sudah baik semua. Tapi karena memang aturan, kami terpaksa akan mencoret tiga pemain,” ungkap Bayu.
Dengan 24 pemain yang ada nantinya, Bayu berpesan kepada jajaran tim pelatih dan pemain agar bisa menjaga kondisi. Karena dengan rentang waktu yang ada, kemungkinan cedera bisa saja terjadi.
“Kami tidak ingin pemain cedera jelang Porprov, karena cuma kurang berapa bulan lagi. Cuma 24 pemain kalau cedera kami akan kesulitan saat Porprov nanti,” kata Bayu.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, manajemen telah menyiapkan tim medis. Tak tanggung-tanggung, tim medis yang didatangkan itu berasal dari mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Fakultas Kedokteran.
Baca Juga : Posisi Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Usai Indonesia Kalahkan Bahrain 1-0
“Kami sudah siapkan tim medis dari Unair Surabaya. Tapi saya harap pemain tidak manja walau ada tim medis. Kami harap tidak ada satu pun pemain yang cedera, karena targetnya emas,” tegas Bayu.
Sejauh ini, tim sepak bola putra Kota Malang setidaknya sudah menjalani tiga kali ujicoba dan beberapa kali latihan bersama.
Hasilnya, tim pelatih tetap melakukan evaluasi pada kekurangan tim. Baik organisasi permainan hingga penyelesaian akhir.