JATIMTIMES – Dugaan praktik tidak higienis penjualan sisa kuah ronde bekas pembeli di kawasan Pasar Laron, Alun-Alun Kota Batu, viral di media sosial. Pihak pengurus paguyuban pedagang akhirnya buka suara.
Menanggapi viralnnya dugaan tersebut, Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Laron menengarai adanya indikasi persaingan usaha. Ketua Paguyuban PKL Pasar Laron, Sahid, menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran internal narasi yang menyebutkan kuah bekas pembeli dimasukkan kembali ke dalam wadah untuk dijual ulang disebut tidak benar.
"Saya sudah tanya langsung ke yang bersangkutan. Memang sisa kuah itu dikumpulkan dulu di wadah/ceret penampungan sebelum akhirnya dibuang ke tempat sampah, bukan dituangkan kembali untuk dijual ke pembeli baru," ujar Sahid saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Sahid menjelaskan, lapak ronde di Jalan Sudiro itu merupakan salah satu usaha kuliner tertua dan paling diminati wisatawan di kawasan Alun-Alun Kota Batu yang sudah beroperasi secara lintas generasi. Namun, pada saat kejadian yang diunggah di media sosial tersebut, pemilik utama sedang tidak berada di lokasi dan operasional dilayani oleh pegawainya.
"Yang punya sedang keluar, jadi yang melayani malam itu pegawainya. Pemiliknya sendiri bahkan tidak bermain media sosial dan kaget saat kami beritahu bahwa usahanya viral," tambahnya.
Selain mengatakan tuduhan daur ulang makanan, Sahid mengidentifikasi bahwa foto gerobak yang diunggah oleh akun pengkritik di media sosial Threads merupakan dokumentasi lama, bukan kondisi gerobak yang digunakan saat ini. Hal itu memicu kecurigaan pengurus paguyuban akan adanya motif persaingan usaha yang sengaja mengarahkan opini publik untuk merugikan lapak tertentu.
"Gerobak yang di-screenshot di medsos itu foto lama. Tempat rondenya ini memang paling ramai di kawasan tersebut. Kami khawatir ada unsur cemburu sosial, apalagi di kolom komentar postingan itu ada yang mengarahkan pembeli untuk pindah ke lokasi pedagang lain," ungkap Sahid.
Baca Juga : Bupati Sanusi Komitmen Dukung Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Malang
Dampak dari isu viral ini dikhawatirkan memukul kondisi perekonomian seluruh PKL di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Ketakutan masyarakat untuk jualan kuliner lokal membuat tingkat kunjungan wisatawan ke Pasar Laron merosot sejak awal pekan.
"Khawatir seluruh PKL di Alun-Alun ikut terdampak dan mengeluh karena suasana jadi sepi. Isu seperti ini sangat sensitif bagi usaha kecil," tuturnya.