free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

4 Biji Kopi Terbaik di Asia Versi TasteAtlas 2026, Arabika Gayo Aceh Duduki Peringkat Pertama

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

10 - Jul - 2026, 13:20

Loading Placeholder
Ilustrasi biji kopi. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Indonesia kembali menorehkan prestasi di dunia kuliner internasional. Kali ini, kopi Arabika Gayo asal Aceh dinobatkan sebagai biji kopi terbaik di Asia dalam daftar Top Asian Coffee Beans 2026 yang dirilis oleh TasteAtlas.

Peringkat tersebut menjadi bukti bahwa kualitas kopi Nusantara mampu bersaing dengan berbagai negara penghasil kopi ternama di Asia, termasuk Thailand dan Yaman. Selain menampilkan daftar kopi terbaik, pemeringkatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan kopi khas dari berbagai daerah sekaligus mendorong pelestarian tradisi kuliner lokal.

Baca Juga : Update Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappé Salip Messi Lagi Usai Bobol Maroko

TasteAtlas menjelaskan bahwa daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian pengguna yang telah melalui proses verifikasi. Sistem mereka dirancang untuk menyaring ulasan dari bot maupun penilaian yang dianggap tidak valid atau memiliki unsur bias. Hingga 8 Juli 2026, terdapat 28 penilaian yang masuk, dengan 19 di antaranya dinyatakan sah dan digunakan sebagai dasar pemeringkatan.

Berikut empat biji kopi terbaik di Asia versi TasteAtlas 2026.

1. Arabika Gayo, Aceh (Indonesia)

Posisi pertama ditempati Arabika Gayo, kopi khas yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh.

Menurut TasteAtlas, kopi ini memiliki karakter rasa yang bersih (clean cup), body sedang hingga penuh, serta tingkat keasaman yang relatif rendah. Aroma herbal, earthy, dan rempah menjadi ciri khas yang membuat Arabika Gayo begitu diminati para penikmat kopi.

Tak hanya unggul dari segi cita rasa, Arabika Gayo juga telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Pemerintah Indonesia. Sertifikat tersebut menjamin keaslian asal-usul dan karakteristik kopi yang dihasilkan dari wilayah Gayo.

Budidaya kopi di kawasan ini telah berlangsung sejak awal abad ke-20 pada masa kolonial Belanda. Tanaman kopi ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut, kondisi yang dinilai ideal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.

2. Kafae Doi Chaang, Thailand

Peringkat kedua ditempati Kafae Doi Chaang dari Thailand.

Kopi organik ini berasal dari kawasan Gunung Doi Chaang dan menggunakan varietas Arabika Caturra, Catimor, serta Catuai. TasteAtlas menyebut kopi tersebut memiliki keseimbangan rasa manis dan asam dengan aroma madu, bunga, dan ceri.

Kandungan kafeinnya juga relatif rendah. Saat disangrai lebih gelap, kopi ini menghadirkan cita rasa cokelat dan hazelnut yang semakin memperkaya karakter rasanya.

3. Kafae Doi Tung, Thailand

Masih dari Thailand, Kafae Doi Tung menempati posisi ketiga.

Baca Juga : Lolos Semifinal Piala Dunia 2026, Prancis Lawan Spanyol atau Belgia?

Kopi ini merupakan hasil persilangan varietas Catimor, Catuai, dan Caturra yang ditanam di bawah naungan hutan kawasan Doi Tung.

Menurut TasteAtlas, proses pematangan buah kopi yang berlangsung lebih lambat dipadukan dengan pengawasan kualitas yang ketat menghasilkan kopi dengan body sedang, aroma manis, rasa yang seimbang, serta tingkat keasaman yang lembut.

4. Yemeni Mocha, Yaman

Urutan keempat ditempati Yemeni Mocha, salah satu kopi paling legendaris sekaligus langka di dunia.

Nama Mocha berasal dari Pelabuhan Al Mokha di Yaman yang pada abad ke-15 dikenal sebagai pusat perdagangan kopi dunia. Kopi ini ditanam di wilayah pegunungan dengan iklim kering sehingga menghasilkan karakter rasa yang kompleks, mulai dari nuansa cokelat alami, buah-buahan, hingga sentuhan menyerupai wine.

TasteAtlas juga menegaskan bahwa Yemeni Mocha berbeda dengan minuman caffè mocha yang merupakan campuran espresso, susu, dan cokelat. Yemeni Mocha merupakan kopi single origin dengan karakter earthy dan sentuhan kakao yang umumnya diproses menggunakan metode pengeringan tradisional di bawah sinar matahari.

Pemeringkatan TasteAtlas bukan dimaksudkan sebagai penentu mutlak kopi terbaik di dunia. Platform tersebut menegaskan bahwa daftar ini dibuat untuk memperkenalkan produk-produk kuliner khas dari berbagai daerah sekaligus membantu menjaga tradisi dan warisan kuliner lokal agar semakin dikenal masyarakat global.


Topik

Serba Serbi arabika gayo aceh aatlastaste top asian coffee beans 2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---