JATIMTIMES - Kamis (9 Juli 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 24 Sura 1960 Tahun Be atau bertepatan dengan 24 Muharam 1448 Hijriah. Hari ini juga berada dalam Wuku Mandhasiya dengan weton Kamis Pahing yang memiliki jumlah neptu 17, hasil penjumlahan Kamis (8) dan Pahing (9).
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan karakter seseorang, perjalanan rezeki, kecocokan jodoh hingga waktu yang dianggap baik untuk menjalankan berbagai aktivitas penting. Karena itu, perhitungan weton masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat hingga sekarang.
Baca Juga : Ribuan Petani Gresik Gagal Panen, Bupati Gelontor Bantuan
Menurut primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Kamis Pahing dikenal memiliki cita-cita tinggi, berkemauan keras, serta selalu ingin berkembang. Sifat tersebut membuat pemilik weton ini tidak mudah menyerah ketika mengejar tujuan hidup. Selain itu, Kamis Pahing juga dikenal senang berbagi ilmu dan mampu memberikan pencerahan kepada orang di sekitarnya.
Sisi lain yang menonjol adalah rasa cinta yang besar terhadap keluarga. Meski demikian, karakter yang tegas terkadang membuat ucapan atau sikapnya tanpa disadari dapat menyinggung perasaan orang lain.
Pangarasan weton Kamis Pahing adalah Lakuning Bumi, yang menggambarkan pribadi pemurah, suka menolong, serta memiliki jiwa melindungi. Karakter tersebut membuat pemilik weton ini mudah dipercaya dan dihormati dalam lingkungan sosial.
Sementara itu, Pancasuda Kamis Pahing adalah Lebu Katiyup Angin. Maknanya, berbagai keinginan sering kali tidak mudah tercapai. Usaha yang dijalankan dapat mengalami hambatan atau perkembangan yang lambat sehingga dibutuhkan kesabaran, kerja keras, dan ketekunan agar tujuan dapat diraih.
Hari ini juga berada dalam Wuku Mandhasiya yang dilambangkan oleh Bathara Brama. Wuku ini menggambarkan pribadi yang keras pendirian dan sulit memaafkan ketika sedang marah.
Simbol gedhong yang terkunci di depan melambangkan sifat hemat dalam mengelola harta, meski terkadang senang memperlihatkan pemberian atau hasil yang dimiliki serta menyukai pujian. Pohon asam menjadi lambang pribadi yang mampu memberi keteduhan dan menjadi pengayom bagi orang yang sedang mengalami kesulitan.
Selain itu, burung platuk bawang menggambarkan sifat pekerja keras dan memiliki welas asih. Gambaran batu hitam di bawah pohon besar menunjukkan pribadi yang sangat sabar, namun apabila emosi memuncak akan sulit dikendalikan.
Baca Juga : Tahun Ajaran Baru Dimulai, MTsN 2 Kota Malang Paparkan Kebijakan dan Program Unggulan
Primbon juga mengingatkan adanya potensi gangguan dari orang lain maupun bahaya yang diibaratkan berasal dari taring binatang. Selama tujuh hari dalam Wuku Mandhasiya disarankan menghindari aktivitas menggali tanah atau pekerjaan yang berkaitan dengan bagian bawah tanah.
Secara khusus, Kamis Pahing di Wuku Mandhasiya memiliki watak rahayu. Hari ini dipercaya baik dimanfaatkan untuk melakukan transaksi jual beli karena berpotensi berlangsung lancar, saling menguntungkan, dan membawa hasil yang baik bagi kedua belah pihak.
Dalam urusan karier, pemilik weton Kamis Pahing dinilai cocok bekerja pada bidang yang membutuhkan ketelitian, kemampuan menyusun strategi, dan tanggung jawab tinggi. Profesi yang sesuai antara lain pengajar atau dosen, wirausahawan, pedagang, peneliti, ilmuwan, hingga tenaga medis yang memerlukan ketelitian dan kesabaran.
Sementara dalam urusan asmara, weton Kamis Pahing dipercaya paling serasi dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 10 atau 15. Beberapa weton yang termasuk dalam perhitungan tersebut antara lain Minggu Pahing, Rabu Pon, Jumat Wage, dan Kamis Pon.