JATIMTIMES - Majelis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah bersama masyayikh se-Malang Raya menginisiasi kegiatan istighotsah dan doa kebangsaan, Jumat (26/6/2026) malam. Agenda yang bertajuk: "Mengetuk Pintu Langit, Merajut Persatuan" tersebut dilangsungkan di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Perwakilan Majelis Keluarga Pondok Pesantren An Nur 2 Al-Murtadlo Ahmad Ibrahim Zainul Akbar mengatakan, tema yang diambil dalam kegiatan istighotsah dan doa kebangsaan tersebut turut ditujukan sebagai bentuk harapan agar bangsa Indonesia selalu mendapatkan berkah dan perlindungan dari Tuhan.
Baca Juga : Puluhan Pendemo Diamankan Polisi, Sekdaprov Jatim Minta Gedung Negara Grahadi tak Jadi Sasaran Perusakan
"Melalui majelis ini, kami berdoa agar Indonesia dijadikan oleh Allah sebagai bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ujar tokoh yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Zen ini.
Pada agenda istighotsah dan foa kebangsaan tersebut, juga turut ditekankan nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang terus menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. Lebih lanjut, disampaikan Gus Zen, persatuan dan kesatuan akan tetap bisa hidup apabila setiap masyarakat saling mengamalkan nilai kerukunan antar umat.
"Tentunya untuk mewujudkan hal itu perlu kekompakan dan persatuan. Kita sebagai rakyat Indonesia tidak boleh terpecah belah meski goncangan yang dihadapi oleh bangsa ini begitu dahsyat," tandasnya.
Gus Zen menyebut, acara tersebut juga secara khusus ditujukan untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam mengemban amanah sebagai kepala negara.
"Doa dari masyarakat ini menjadi bagian kegotongroyongan mendukung upaya Presiden Prabowo. Sehingga bisa terus bekerja maksimal dalam menjalankan program strategis nasional yang muaranya adalah mewujudkan kesejahteraan bagi segenap masyarakat Indonesia," ujarnya.
Baca Juga : Puluhan Yatim Berdoa untuk Negeri, Taman Zakat: Ikhtiar Spiritual untuk Indonesia
Perlu diketahui, agenda keagamaan yang juga diselenggarakan dalam rangka jauhar Muharam tersebut juga turut dihadiri oleh masyayikh se-Malang Raya sehingga mampu menarik animo besar dari masyarakat untuk datang.
Sedikitnya ada sekitar 15 ribu jemaah yang turut ambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan. Masyarakat yang hadir juga tampak selaras yakni mengenakan pakaian berwarna putih.
Sementara itu, lantunan salawat dan doa secara khusyuk juga terdengar turut dipanjatkan oleh para masyayikh dan masyarakat yang hadir. "Kami juga berdoa untuk para pejabat pemerintah, para dewan legislatif, dan siapa pun yang turut serta mengurus negara ini agar senantiasa diberikan kesehatan. Terutama kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya.