JATIMTIMES – Pengurus Kabupaten Persatuan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Kabupaten Situbondo masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung khidmat di Padepokan Persinas ASAD, Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Situbodo, Sabtu (16/5/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Halim Alrosyid, resmi dilantik sebagai Ketua Persinas ASAD Kabupaten Situbondo untuk lima tahun ke depan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Persinas ASAD sebagai wadah pembinaan pesilat yang menjunjung tinggi nilai keislaman, budaya, dan karakter bangsa.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Minggu Wage 17 Mei 2026: Hindari Tempat Tinggi
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Persinas ASAD Jawa Timur Prof. Dedid Cahya Happyanto, Ketua IPSI Kabupaten Situbondo Rachmad, jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta para pendekar dari berbagai perguruan pencak silat.
Usai dilantik, Abdul Halim Alrosyid yang akrab disapa Halim menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
"Ini adalah amanah besar yang harus kami jalankan bersama. Kami ingin Persinas ASAD Situbondo menjadi wadah pembinaan pesilat yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nama baik daerah,” ujar Halim.
Menurut Halim, fokus utama kepengurusan 2026–2031 adalah pembinaan atlet usia dini, penguatan solidaritas antaranggota, serta penanaman nilai disiplin, sopan santun, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
"Persinas ASAD Situbondo periode 2026–2031 memiliki target membangun pesilat profesional yang berprestasi, berbudaya, dan berkarakter luhur untuk mewujudkan Situbondo Naik Kelas," tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai hanya oleh pengurus, melainkan membutuhkan dukungan seluruh anggota dan stakeholder terkait, termasuk sekolah, pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Untuk mencapai itu tentunya tidak bisa dikerjakan hanya oleh pengurus saja, namun merupakan tugas kita bersama. Semoga ke depan Persinas ASAD Situbondo semakin solid," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Persinas ASAD Jawa Timur, Prof. Dedid Cahya Happyanto, mengapresiasi semangat kepengurusan baru Persinas ASAD Situbondo. Menurutnya, Persinas ASAD bukan sekadar organisasi pencak silat, tetapi juga sarana dakwah dan pembentukan karakter generasi muda.
"Persinas ASAD bukan sekadar organisasi pencak silat, tetapi juga wadah dakwah dan pembinaan karakter. Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu melahirkan pesilat-pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman," ujar Prof. Dedid.
Ia menegaskan bahwa target organisasi tidak harus banyak, namun harus mampu menghasilkan atlet yang benar-benar berkualitas dan mampu menembus level nasional hingga internasional.
Baca Juga : Polisi Buru Komplotan Maling Viral, Sehari Sasar 3 Kedai di Malang
"Tidak perlu banyak-banyak. Kalau bisa 10 atlet berprestasi tentu bagus, kalau tidak bisa ya tiga, bahkan satu pun tidak masalah, yang penting benar-benar jadi. Itu tugas Ketua yang baru," tegasnya.
Prof. Dedid juga berharap Persinas ASAD Situbondo dapat memberikan kontribusi nyata kepada IPSI Kabupaten Situbondo melalui atlet-atlet yang dibina secara berkelanjutan.
"Kalau organisasi ini dikelola dengan baik dan solid, saya yakin Persinas ASAD Situbondo akan berkembang pesat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga pencak silat di Kabupaten Situbondo," tambahnya.
Di sisi lain, Ketua IPSI Kabupaten Situbondo, Rachmad, berharap Persinas ASAD dapat segera menyumbangkan atlet untuk memperkuat kontingen Situbondo.
"Sebentar lagi kami akan mengirimkan 18 atlet ke tingkat provinsi, dan belum ada satupun dari Persinas ASAD. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Mas Rosi. Semoga ke depan Persinas ASAD mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi," ujarnya.
Menurut Rachmad, pencak silat bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga media efektif untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlakul karimah.
"Pencak silat dapat menjadi salah satu cara agar generasi muda mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Selain untuk olahraga, juga melatih pengendalian emosi. Yang paling penting adalah membentuk generasi pesilat yang berakhlakul karimah," pungkasnya.
Pengukuhan ini menandai babak baru bagi Persinas ASAD Situbondo dalam mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus sarana mencetak generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter luhur.