JATIMTIMESe - Warga Wonokoyo dibuat geger dengan dugaan percobaan penculikan anak yang viral di media sosial. Peristiwa itu ramai diperbincangkan setelah video seorang perempuan diduga menarik anak kecil beredar luas di berbagai platform.
Dalam video yang diunggah di Threads, tampak seorang ibu mengenakan daster membawa tas belanja warna hijau. Ia juga terlihat memakai gelang di tangan kanan serta anting.
Baca Juga : 7 Tirakat Orang Tua untuk Anak Saat Ujian, Lengkap Bacaan Arab dan Doanya
Ibu itu disebut-sebut sempat menarik seorang anak perempuan sebelum akhirnya aksinya diketahui ibu korban. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian langsung mengamankan terduga pelaku dan membawanya ke kantor kelurahan setempat.
Informasi itu ramai dibagikan warga melalui media sosial dan kolom komentar unggahan video yang beredar.
"katanya narik² anak orang, terus ketahuan ibu si anak, lalu penculik ini di bawa ke kelurahan Wonokoyo. udah dibawa polisi jugaa tadi si penculik juga bawa bius," tulis akun @juh*****.
Keterangan serupa juga disampaikan akun lain yang mengaku mengetahui kejadian tersebut.
“Jare iku geret² arek cilik 2 nde buri e gor akhir e ketemu wong, kan iku ws viral yo mulai awan mungkin wong seng ketok iku ngerti lk iku penculik akhir e di giring ng kelurahan wonokoyo," tulis akun @pii_*****.
Dalam video lanjutan yang beredar, tampak sejumlah polisi mendatangi ibu berdaster tersebut setelah dibawa ke kelurahan. Petugas juga terlihat memeriksa barang bawaan yang ada di dalam tas miliknya.
Baca Juga : Polisi Buru Komplotan Maling Viral, Sehari Sasar 3 Kedai di Malang
Isu yang beredar menyebutkan adanya cairan bius di dalam tas terduga pelaku. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait viralnya dugaan penculikan anak di kawasan Wonokoyo tersebut.
Kasus viral dugaan penculikan anak ini langsung memicu keresahan warga, khususnya para orang tua di Kota Malang. Banyak masyarakat meminta agar informasi yang beredar tetap diverifikasi dan tidak langsung dipercaya sepenuhnya sebelum ada penjelasan resmi dari aparat.
Warga juga diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah, terutama di lingkungan yang ramai maupun area publik.