JATIMTIMES - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang berkomitmen menjalankan arahan Bupati Malang HM. Sanusi untuk terus menjaga keamanan dan keselamatan pengedara maupun masyarakat umum. Caranya melalui kegiatan pengaspalan sapu lobang atau salob jalan rusak.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyampaikan bahwa dalam memastikan keamanan jalan-jalan Kabupaten Malang dari lubang-lubang yang membahayakan, pihaknya telah mengerahkan petugas-petugas yang berada di tujuh UPT DPUBM.
Baca Juga : UMKM Keju Mozzarella di Kota Batu Produksi Ratusan Kilogram, Dipasarkan hingga Bali
"Untuk penanganan jalan berlubang yang merata di 33 kecamatan dan penanganan jembatan sudah dilakukan perbaikan oleh masing-masing UPT yang kita miliki," ungkap proa yang akrab disapa Oong itu, Selasa (17/3/2026).
Untuk memaksimalkan kegiatan salob, seluruh petugas dari masing-masing UPT DPUBM dikerahkan untuk membantu percepatan salob. Baik dari sisi pelaksanaan di lapangan maupun hal-hal yang bersifat administratif.
"Kita punya tujuh UPT. Itu kita kerahkan untuk membantu salob di titik-titik ruas jalan berlubang. Untuk salob kita prioritaskan jalan poros dan jalan dengan LHR tinggi seperti di ruas jalan raya Kendalpayak Pakisaji hingga jalan raya Curungrejo Kepanjen," jelas Oong.
Masing-masing UPT DPUBM Kabupaten Malang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 milliar untuk kegiatan salob dan beberapa kegiatan kebinamargaan lainnya. "Itu masing-masing UPT mendapatkan alokasi Rp 1 milliar sampai Rp 1,5 milliar atau hampir Rp 10 milliar. Nanti kalau memang kurang, akan saya usulkan di PAK APBD Kabupaten Malang Tahun 2026," beber Oong.
Lebih lanjut, dikarenakan pabrik aspal tutup, maka masing-masing UPT DPUBM diminta untuk memanfaatkan sisa aspal yang ada agar masyarakat semakin aman dan nyaman melintasi jalanan Kabupaten Malang.
Sedangkan untuk jembatan dan plengsengan yang rusak karena terkena bencana alam, itu juga menjadi fokus penanganan oleh DPUBM Kabupaten Malang. "Untuk jembatan yang habis terkena bencana, itu penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar," ucap Oong.
Baca Juga : Bertahan sejak 2005, Opak Gambir “Maharis” Jaga Rasa di Tengah Gempuran Kue Modern
Ia pun menyebutkan beberapa jembatan dan plengsengan yang rusak akibat bencana alam. Di antaranya jembatan di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang dan pelengsengan serta jalan di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
"Khusus untuk jalan dan plengsengan di Desa Taji ini sudah kita pasang sandbag dan anyaman bambu yang disusun untuk menahan beban kendaraan saat melintas jalan tersebut. Untuk roda empat sudah bisa melintas, tetapi harus tetap berhati-hati dan waspada," beber Oong.
Sementara itu, selain penanganan jalan dan jembatan, pihaknya juga melakukan pemasangan papan rambu-rambu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat ketika melintasi jakan atau jembatan yang sedang dilakukan perbaikan.
"Kita juga telah memasang rambu-rambu agar masyarakat bisa berkendara dengan tenang, aman dan selamat," pungkas Oong.