JATIMTIMES – Aspek keselamatan di Jembatan Suramadu kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur (Jatim) Abdul Halim mengingatkan pemerintah pusat agar tidak abai terhadap pemeliharaan, perawatan, dan pengawasan jembatan penghubung utama Surabaya–Madura tersebut.
Peringatan itu disampaikan menyusul kemacetan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat pekerjaan perbaikan di bentangan tengah jembatan. Kepadatan lalu lintas terutama dirasakan pada jalur dari Surabaya menuju Madura.
Baca Juga : Tak Ingin Kecolongan, Pemkot Malang Sidak dan Uji Sampel Takjil
“Memang beberapa hari ini terjadi kemacetan, khususnya dari arah Surabaya ke Madura. Saya sendiri merasakan ada bagian komponen besi di bentangan tengah yang mengalami kerusakan atau kelonggaran sehingga perlu perbaikan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Perbaikan dilakukan setelah ditemukan kerusakan atau kelonggaran pada komponen besi di bagian bawah bentangan tengah jembatan. Penanganan tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
Abdul Halim menilai kondisi itu harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat, terlebih setelah dibubarkannya Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (BPWS). Sejak saat itu, pengelolaan dan perawatan Suramadu berada di bawah kementerian terkait.
Ia menyebut, saat ini penanganan Suramadu berada di bawah Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena itu, ia meminta kedua kementerian tersebut memastikan perawatan berjalan optimal dan didukung penganggaran memadai.
“Sebagai wakil masyarakat Madura, saya berharap dua kementerian yang menangani Jembatan Suramadu untuk benar-benar serius dalam perawatan dan penganggaran. Jangan sampai terjadi kerusakan yang membahayakan pengguna jalan,” tegas politisi Fraksi Gerindra itu.
Selain komponen utama jembatan, ia juga menyoroti kerusakan fasilitas pendukung seperti hilangnya baut hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Baca Juga : Bangun Budaya Cari Aman di Kalangan Generasi Muda, Berkendara Aman Itu Keren
Abdul Halim menekankan pentingnya perawatan rutin dan pengawasan berkelanjutan agar kerusakan serupa tidak terus berulang. Ia mengingatkan, Suramadu merupakan urat nadi konektivitas antara Pulau Jawa dan Madura sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah.
“Jembatan ini sangat vital, baik untuk konektivitas maupun pertumbuhan ekonomi. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan yang bisa menimbulkan korban jiwa. Perawatan dan pengawasan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.