JATIMTIMES - Wali Kota Malang berencana menyiapkan area khusus merokok di Alun-Alun Merdeka. Hal tersebut ia pandang sebagai kebutuhan usai melakukan sidak di Alun-Alun Merdeka pada Selasa (10/2/2026).
Dalam sidak tersebut, ia mendapati ada beberapa pengunjung Alun-Alun Merdeka yang merokok. Bahkan, ada beberapa pengunjung yang merokok di area playground untuk anak-anak.
Baca Juga : Harga Ayam di Kota Malang Sudah Tembus Rp42 Ribu Jelang Ramadan
"Nanti kita akan buat titik di pojok-pojok untuk ruangan khusus merokok, dan yang lain-lain karena ruang tidak merokok juga banyak untuk tempat anak-anak," ujar Wahyu.
Hal tersebut rencananya akan segera dikoordinasikan dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bank Jatim sebagai pelaksana revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang. "Kalau saya lihat tadi, mungkin ada empat titik di pojok-pojok," imbuh Wahyu.
Selain area khusus bagi perokok, Wahyu juga akan meminta DLH untuk menyiapkan rambu dilarang merokok. Hal tersebut juga untuk menegaskan bahwa tak seluruh area di Alun-Alun Merdeka dapat digunakan secara bebas untuk merokok.
"Terutama di area playground, sama lokasi yang banyak anak-anak ya. Saya minta ke kadis LH agar besok dapat dipasang papan larangan untuk merokok," pungkas Wahyu.
Pantauan di lokasi, kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang berhasil menjadi magnet bagi wisatawan, terlebih usai dilakukan revitalisasi sejak akhir tahun 2025 lalu.
Beberapa area yang semakin dipadati pengunjung adalah area playground. Beberapa sarana dan prasarana (sarpras) juga telah dilakukan perbaikan.
Baca Juga : Petugas Satpol PP yang Ketahuan Merokok di Alun-Alun Merdeka Dikenakan Tipiring
Selain itu, area dry fountain menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bahkan, area yang dulunya merupakan kolam air mancur itu kini banyak digunakan oleh anak-anak untuk bermain.
Bahkan jika memang diperlukan, Wahyu akan menerbitkan regulasi khusus untuk membatasi aktivitas pengunjung yang merokok, seperti melalui perwal ataupun surat edaran (SE).
"Akan kita atur lebih detail dalam perwal atau SE dalam pelaksanaannya. Ini masih baru, akan kami evaluasi, apalagi dilarang merokok ini akan saya segerakan," ucap Wahyu.