JATIMTIMES - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang pada Jumat, 13 Februari 2026, dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran karakter berbasis praktik. Agenda yang digelar di lingkungan madrasah tersebut tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi dirancang sebagai bagian dari proses pendidikan yang menekankan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Seluruh murid, guru, serta tenaga kependidikan terlibat secara langsung. Kehadiran asisten mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dan Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat pendampingan teknis dalam pemilahan dan pengelolaan sampah. Kolaborasi ini sekaligus memperluas ruang edukasi lingkungan yang bersifat aplikatif.

Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhamad Amin Tohari, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif yang harus dibangun melalui konsistensi.
Baca Juga : Zia'ul Haq Sampaikan Permohonan Maaf Usai Naik Meja: Kami Naik Meja Karena Pimpinan Sidang Tidak Fair
“Kebersihan adalah bagian dari iman dan juga cerminan integritas lembaga. Jika lingkungan madrasah terjaga, maka di sanalah karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian tumbuh. HPSN ini harus menjadi titik penguat komitmen kita bersama untuk menjadikan madrasah sebagai ruang belajar yang aman, sehat, resik, dan indah,” ujarnya, Minggu, (15/2/2026).
Setelah apel, peserta didik mengikuti Gerakan SEMUT dengan menyisir area kelas, taman, halaman, serta selasar sekolah. Sampah yang terkumpul tidak hanya dibersihkan, tetapi juga dipilah berdasarkan jenis organik dan anorganik. Beberapa kelompok siswa mencatat hasil pemilahan sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran. Langkah ini diarahkan agar siswa memahami siklus pengelolaan sampah secara sederhana namun sistematis.
Kegiatan dilanjutkan dengan lomba peduli sampah yang menugaskan siswa mengolah bahan bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna. Penilaian difokuskan pada ketepatan pemilahan, fungsi hasil karya, serta kerja sama tim. Proses tersebut menjadi media untuk melatih ketelitian, kreativitas, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Baca Juga : 5 Minuman Sehat yang Baik Dikonsumsi di Pagi Hari, Bantu Tingkatkan Energi dan Jaga Berat Badan
Amin kembali menegaskan, bahwa pendidikan lingkungan telah menjadi bagian dari program rutin, termasuk pembiasaan menjaga kebersihan kelas dan pengawasan area sekolah secara berkala. Peringatan HPSN 2026 diposisikan sebagai momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen agar nilai disiplin dan kepedulian tidak bersifat insidental. Melalui pendekatan ini, MTsN 2 Kota Malang menempatkan isu pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pembentukan karakter.
"Lingkungan yang tertata dipandang bukan hanya sebagai kebutuhan fisik, tetapi sebagai ruang pembelajaran yang membentuk sikap bertanggung jawab, tertib, dan peduli terhadap kepentingan bersama," pungkasnya.