JATIMTIMES — Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menyiapkan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada Tahun Akademik 2026/2027. Langkah tersebut ditempuh melalui Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum OBE yang digelar di Ruang Majapahit Unisba Blitar, Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti 65 peserta yang terdiri atas pimpinan universitas, kepala lembaga penjaminan mutu, dekan, ketua program studi, penanggung jawab kurikulum fakultas, serta perwakilan dosen dari seluruh program studi. Bimtek berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari dengan agenda penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), teknik penyusunan CPMK dan sub-CPMK, metode pembelajaran dan asesmen berbasis OBE, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Baca Juga : Tinjau Jembatan Gantung Garuda Sumberpucung, Bupati Sanusi Berharap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga
Wakil Rektor I Unisba Blitar, Ir. Tri Kurniastuti, M.M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis kampus dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan. “Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam merancang kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan profil lulusan, Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kebutuhan pemangku kepentingan, serta tuntutan dunia kerja,” ujar Tri Kurniastuti.
Menurut dia, pendekatan OBE menuntut keterpaduan antara struktur kurikulum, capaian pembelajaran, dan RPS agar proses pembelajaran dapat diukur secara jelas. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan berupa dokumen kurikulum yang siap diterapkan di seluruh program studi. “Target kami adalah menghasilkan dokumen kurikulum siap implementasi untuk Tahun Akademik 2026/2027,” katanya.
Rektor Unisba Blitar, Dr. Soebiantoro, M.Si., menegaskan bahwa penguatan kurikulum merupakan fondasi utama dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Menurut dia, Outcome-Based Education (OBE) tidak sekadar menjadi pemenuhan regulasi, melainkan kebutuhan strategis agar lulusan memiliki daya saing serta relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“Kampus harus peka membaca perubahan zaman. Kurikulum yang adaptif dan berbasis capaian pembelajaran menjadi kunci agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat,” ujarnya.

Bimtek ini menghadirkan narasumber Dr. Tjitjik Rahaju, M.Si., yang memberikan pendalaman materi terkait implementasi OBE dalam konteks pendidikan tinggi. Materi disampaikan secara aplikatif, mulai dari penyelarasan profil lulusan dengan visi keilmuan program studi hingga teknik evaluasi pembelajaran berbasis asesmen autentik. “OBE bukan sekadar mengganti format dokumen, tetapi memastikan setiap proses pembelajaran benar-benar mengarah pada capaian kompetensi lulusan,” kata Tjitjik Rahaju.
Baca Juga : Bupati Tulungagung Sosialisasikan PBB-P2 Tahun 2026, Sebut Tahun 2025 Berhasil Lampaui Target
Diskusi berlangsung aktif, mencerminkan keseriusan peserta dalam mempersiapkan kurikulum yang terukur dan berkualitas. Sejumlah peserta juga terlibat dalam simulasi penyusunan CPL dan RPS untuk memastikan kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan metode asesmen.
Tri Kurniastuti menambahkan bahwa arahan rektor serta materi dari narasumber menjadi bekal penting bagi seluruh program studi dalam menyempurnakan kurikulum. “Kami optimistis, dengan komitmen bersama, kurikulum OBE ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat daya saing lulusan Unisba Blitar,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Unisba Blitar menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebijakan pendidikan nasional dan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia.