JATIMTIMES - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kota Batu. Terbaru, sebuah plengsengan non-teknis di Jalan Gondorejo, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, dilaporkan ambrol setelah tergerus luapan air drainase.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Batu, kejadian tersebut dipicu oleh peningkatan debit air yang signifikan di saluran drainase setempat. Aliran air yang deras mengikis konstruksi plengsengan hingga mengakibatkan longsoran dengan dimensi yang cukup panjang.
Baca Juga : Buntut Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Kades dan BPD Desa Karangsono Dipanggil Inspektorat Jember
Plt. Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (9/2/2026) sore. Namun laporan kejadian baru diterima petugas pada Selasa (10/2/2026) pagi, dan tim segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat.
"Hujan deras menyebabkan air di drainase meluap dan menggerus plengsengan non-teknis. Dampaknya, terjadi longsoran dengan panjang mencapai 12 meter, tinggi 2 meter, dan lebar 2 meter," ungkap Suwoko saat dikonfirmasi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, material longsoran dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas jalan jika tidak segera ditangani. BPBD telah berkoordinasi dengan Perangkat Desa Oro-Oro Ombo dan merekomendasikan dinas terkait untuk melakukan perbaikan permanen.
Kejadian di Dusun Gondorejo ini menambah panjang daftar bencana tanah longsor yang menghantui Kota Batu dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, sejumlah titik di jalur payung dan kawasan perbukitan di Kecamatan Bumiaji juga sempat mengalami hal serupa akibat kejenuhan tanah pasca diguyur hujan berhari-hari.
Karakteristik tanah di beberapa wilayah Kota Batu yang berada di kemiringan memang rentan terhadap pergerakan, terutama jika sistem drainase tidak mampu menampung volume air hujan secara maksimal.
Baca Juga : Kebakaran Kandang Ayam di Oro-Oro Ombo Bikin Rugi Rp 1 Miliar, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana
"Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di dekat lereng atau bibir sungai, untuk tetap waspada. Segera laporkan jika melihat adanya retakan tanah atau tanda-tanda plengsengan yang mulai miring," tambah Suwoko.
Saat ini, BPBD bersama warga setempat telah melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Fokus utama saat ini adalah memastikan aliran air tidak kembali menggerus sisa bangunan yang masih berdiri sembari menunggu tindak lanjut dari dinas teknis untuk perbaikan kembali plengsengan tersebut.