JATIMTIMES - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Lapas Kelas I Malang justru menorehkan prestasi gemilang. Lapas yang membina ribuan warga binaan ini sukses menyabet Juara I kategori Lapas sekaligus Juara Umum Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Timur berkat keaktifannya mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, sepanjang tahun 2025.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, dalam rangkaian Penandatanganan Komitmen Bersama yang digelar di Aula Lapas Kelas I Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Senin (3/2/2025).
Baca Juga : Kapan Kartu Peserta SNBP 2026 Bisa Diunduh? Catat Jadwal Pentingnya
Capaian ini bukan sekadar simbol keberhasilan administratif. Di baliknya, terdapat denyut aktivitas pembinaan yang berjalan setiap hari, mulai dari sawah, kolam ikan, bengkel kerja, hingga dapur produksi yang dikelola langsung oleh warga binaan.
Konsistensi tersebut menjadi alasan Lapas Kelas I Malang dinilai unggul dalam mengimplementasikan program prioritas kementerian secara konkret dan berdampak.
Salah satu penopang utama keberhasilan tersebut adalah pengelolaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA di Ngajum. Melalui fasilitas ini, warga binaan dilibatkan dalam kegiatan ketahanan pangan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.
Sepanjang 2025, Lapas Malang tercatat mampu memproduksi ratusan kilogram hasil pertanian dan perikanan, mulai dari sayuran, ikan konsumsi, hingga produk olahan yang menopang kebutuhan internal serta mendukung pemberdayaan ekonomi warga binaan.
Tak hanya itu, pembinaan kemandirian juga menyasar sektor UMKM. Puluhan warga binaan terlibat aktif dalam unit produksi mebel, kerajinan kayu, lukisan, sablon hingga tata boga. Produk-produk hasil karya mereka dipasarkan melalui pameran, media sosial resmi, serta kerja sama dengan pihak ketiga, sejalan dengan semangat Program Akselerasi untuk menyiapkan bekal keterampilan pasca bebas.
Pada aspek pembinaan kepribadian, Lapas Kelas I Malang secara rutin menggelar kegiatan keagamaan lintas iman, pembinaan mental dan rohani, serta pendidikan nonformal. Program literasi, pelatihan berbasis kompetensi, hingga pendampingan menjelang reintegrasi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari pola pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.
Baca Juga : Mimpi Menghapus Impunitas Aparat
Menanggapi raihan penghargaan tersebut, Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran. “Alhamdulillah, kerja keras ini melahirkan apresiasi yang tinggi dari pimpinan. Kami hanya berusaha melaksanakan Program Akselerasi dengan sebaik mungkin,” ujar Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menegaskan komitmen Lapas Kelas I Malang dalam mendukung kebijakan kementerian ke depan. “Di tahun 2026, 13 Program Akselerasi Menteri berkembang menjadi 15 Program Aksi, dan kami akan tetap semangat dalam menyukseskan seluruh program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tambah Teguh.
Menurut Teguh, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran dan warga binaan. “Penghargaan ini adalah buah dari kebersamaan dan kerja sama yang baik dari setiap bidang di Lapas Malang,” pungkas Teguh.