free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

PMK Sempat Muncul di Lowokwaru, Dispangtan Kota Malang Kebut Vaksinasi 1.000 Sapi

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

03 - Feb - 2026, 16:56

Loading Placeholder
Proses vaksinasi ternak di Kota Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dua kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat muncul di Kecamatan Lowokwaru pada Januari 2026 bikin Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang tak mau ambil risiko. Gerak cepat pun dilakukan. Sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK langsung digeber untuk melindungi ribuan sapi di Kota Malang.

Vaksinasi tersebut dilaksanakan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang pada Selasa (3/2/2026), sebagai langkah pencegahan agar PMK tak kembali menyebar.

Baca Juga : Kronologi Kasus Epstein, dari Skandal Seks hingga Dokumen Rahasia Dirilis

Kepala Dispangtan Kota Malang,l Slamet Husnan memastikan bahwa dua sapi yang sebelumnya terjangkit PMK telah tertangani dan dinyatakan sembuh. Meski begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

“Di Januari memang sempat ada dua kasus PMK di Lowokwaru, alhamdulillah sudah sembuh. Tapi untuk antisipasi, kami lakukan vaksinasi 1.000 dosis dari total populasi sekitar 2.500 sapi di Kota Malang,” ujar Slamet.

Vaksinasi tahap pertama ini menyasar sejumlah wilayah rawan dan padat ternak. Dimulai dari Kecamatan Kedungkandang, lalu berlanjut ke Lowokwaru dan Sukun. Dispangtan pun tak berhenti di situ.

“Kalau 1.000 dosis ini sudah habis, kami akan kembali mengajukan vaksin tahap kedua ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” ucapnya.

Slamet juga menjelaskan, saat dua sapi terdeteksi PMK, penanganan langsung dilakukan di kandang dengan pengobatan intensif. Gejala PMK, kata dia, mudah dikenali.

“Biasanya ada luka di mulut dan kuku kaki sapi. Penanganannya meliputi pengobatan, pemberian vitamin, serta penyemprotan disinfektan di kandang,” jelasnya.

Hingga kini, Dispangtan memastikan belum ada temuan kasus PMK baru di Kota Malang. Selain vaksinasi, upaya pencegahan juga dilakukan dengan pembagian vitamin dan disinfektan kepada peternak.

Baca Juga : Puncak Musim Hujan Datang, Pemkot Surabaya Fokus Overlay Jalan Langganan Genangan

Slamet pun mengimbau peternak agar tak ragu melapor jika menemukan tanda-tanda PMK pada ternaknya. “Kalau ada sapi luka di mulut atau kaki, keluar lendir berlebihan, atau jalannya pincang, segera lapor ke Dispangtan Kota Malang, khususnya Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” tandasnya.

Terkait lalu lintas hewan ternak, Dispangtan menegaskan setiap pergerakan sapi antarwilayah wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Koordinasi dengan Pemprov Jatim juga terus dilakukan untuk memantau daerah dengan kasus PMK tinggi.

Sementara itu, Paito, peternak sapi di RW 06 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, menyambut positif program vaksinasi tersebut. Menurut dia, vaksinasi dan penyuluhan membuat peternak jauh lebih tenang.

“Alhamdulillah sapi saya sudah divaksin. Sekarang jarang yang kena PMK. Dulu sebelum divaksin, banyak yang sakit, bahkan ada yang mati,” ungkapnya.

Ia mengakui, sebelum ada vaksinasi, PMK menjadi momok menakutkan bagi peternak. “Kalau belum divaksin, kena PMK itu susah diobati. Sapi nggak mau makan dan harganya jatuh. Sekarang alhamdulillah lebih tenang,” pungkas Paito.


Topik

Pemerintahan pmk penyakit mulut dan kuku hewan ternak kota malang vaksinasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---