JATIMTIMES - Gereja Katedral Ijen, Kota Malang, mengambil langkah penyesuaian jadwal misa akhir pekan sebagai bentuk dukungan dan toleransi terhadap kegiatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana pada 7-8 Februari 2025. Kebijakan ini diambil menyusul rencana penutupan sejumlah ruas jalan, terutama Jalan Besar Ijen selama kegiatan berlangsung.
Romo Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Petrus Prihatin, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pemerintah setempat telah dilakukan sejak awal. Ia menyebut Camat Klojen datang langsung untuk menyampaikan kondisi lapangan serta membuka ruang kerja sama.
Baca Juga : Saat Candaan Jadi Cerita Abadi, Nu’aiman dan Sahabat yang Dijual di Pasar
“Camat klojen kesini, mereka menyampaikan mungkin kami bisa kerjasama dan menjaga tolersasi. Karena semua jalan nanti ditutup,” ujar Romo Petrus, Selasa (3/2/2025).
Menurutnya, secara teknis misa tetap memungkinkan untuk digelar, namun dengan risiko akses jemaat menjadi lebih jauh. Situasi tersebut kemudian dibahas secara internal bersama pengurus gereja hingga disampaikan kepada Uskup.
“Misa ada tapi risiko jemaat jalan jauh. Lalu kami ngomong ke pengurus gereja, bahkan ke bapak uskup,” tuturnya.
Hasilnya, pihak gereja memutuskan untuk mendukung penuh kegiatan Mujahadah Kubro dengan melakukan penyesuaian jadwal misa. Langkah ini diambil demi kenyamanan umat sekaligus menjaga kerukunan antar umat beragama, terutama yang ada di Kota Malang.
“Lalu kami putuskan, kami dukung kegiatan tersebut, lalu kami ambil kebijakan, tetap ada misa tapi sore, karena minggu mungkin siang (acara tersebut, red) sudah selesai,” jelas Romo Petrus.
Ia merinci, misa Sabtu sore ditiadakan, sementara pada Minggu pagi juga ditiadakan. Sebagai gantinya, misa Minggu tetap digelar pada sore hari.
“Jadi sabtu sore di tiadakan, minggu pagi ditiadakan, tapi misa sore setengah 5 sama setengah 7 sore ada,” lanjutnya.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Legi 3 Februari 2026: Awas Emosi Mudah Meledak
Selain itu, pihak gereja juga mengimbau jemaat untuk mengikuti misa di gereja lain yang tidak terdampak penutupan jalan. “Imbauan kami silahkan bapak ibu jemaat Gereja Katedral Ijen misa di gereja yang tidak terdampak. Itu sudah kami sampaikan,” katanya.
Romo Petrus menambahkan, pengumuman penyesuaian jadwal sebenarnya telah disampaikan kepada jemaat melalui ibadah pada Sabtu dan Minggu sebelumnya. Namun karena dirasa belum maksimal, pihak gereja kemudian menyebarkan informasi melalui desain pengumuman digital.
“Kami sempat umumkan ke jemaat melalui ibadah pada sabtu minggu kemarin, mungkin umat kurang dengar, lalu kami bentuk desain dan kami share kemana-mana,” ujarnya.
Ia memastikan, keputusan tersebut diterima dengan baik oleh umat tanpa adanya keluhan. “Respon dari umat menerima keputusan, tidak ada komplain. Ini sebagai wujud toleransi kami tentang ibadah agama lain,” pungkas Romo Petrus.