Ramp Check Acak, Masih Banyak Bus Pariwisata di Kota Batu Belum Benar-benar Laik Jalan
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
18 - May - 2025, 06:57
JATIMTIMES - Upaya peningkatan keselamatan transportasi wisata terus digencarkan di Kota Batu. Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu melakukan ramp check atau pemeriksaan laik jalan periode sejak awal bulan ini. Hasilnya, puluhan bus yang diperiksa belum sepenuhnya laik jalan.
Hal tersebut dibenarkan Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim. Selama periode 1–11 Mei 2025 saja, sebanyak 24 bus pariwisata menjalani ramp check secara acak oleh tim gabungan. Namun hasilnya cukup mengkhawatirkan.
Baca Juga : Berisiko karena Kerap Kelebihan Muatan, Dishub Kota Batu Belum Wacanakan Penambahan Armada Apel
"Hanya empat bus (yang diperiksa) yang benar-benar memenuhi standar kelayakan (laik jalan)," jelas Kevin saat dikonfirmasi, Sabtu (17/5/2025).
Ia mengungkapkan bahwa dari 24 bus tersebut, sebanyak 17 bus hanya laik jalan namun masih dengan catatan pelanggaran dan kekurangan kelengkapan keselamatan. Tiga bus lainnya dinyatakan tidak laik jalan sama sekali.
"Masih ada kelengkapan penting yang belum terpenuhi, seperti alat pemadam api ringan (APAR), alat pemecah kaca, hingga pelanggaran serius seperti penambahan kursi melebihi kapasitas dan pintu darurat yang terhalang," katanya.
Dikatakannya, bus yang ditemukan melanggar aturan langsung diberikan catatan oleh petugas untuk segera melakukan perbaikan. Pihak kepolisian juga menempelkan stiker khusus sebagai penanda status kelayakan kendaraan.
Kevin menegaskan, saat bus kembali masuk ke wilayah Batu dan belum ada perubahan, maka akan langsung diberikan tindakan. Kendati demikian, dia menyayangkan masih adanya operator bus yang mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan keselamatan penumpang. Seperti penambahan kursi berlebihan hingga menghalangi pintu darurat.
"Untuk tiga bus yang dinyatakan tidak laik jalan, ditemukan pelanggaran berat seperti masa berlaku uji KIR yang sudah habis dan tidak adanya Kartu Pengawasan (KPS)," tambahnya.
Baca Juga : Baca Selengkapnya