JATIMTIMES - Sekitar dua ribu pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengikuti survei epidemiologi menyusul dugaan kasus diare yang dialami sejumlah pelajar setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Satgas MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi menjelaskan survei dilakukan bersama Dinas Kesehatan Tulungagung serta Puskesmas Beji dan Puskesmas Boyolangu. Kegiatan ini menyasar seluruh siswa dari 51 kelas.
Baca Juga : Dugaan Keracunan MBG di SMKN 3 Boyolangu dan SMK Sore, SPPG Moyoketen Dihentikan Sementara
“Total sasaran sekitar 2 ribu pelajar. Saat pelaksanaan survei, sekitar 75 pelajar belum masuk sekolah, sementara pelajar yang sebelumnya mengalami diare sudah kembali masuk dan secara visual terlihat sehat,” kata Sony, Kamis, 22 Januari 2026 .
Survei epidemiologi menyusul dugaan kasus diare usai menyantap MBG yang dialami pelajar SMKN 3 Boyolangu dilakukan pada Rabu kemarin (21/1).
Ia menjelaskan survei epidemiologi dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan kewaspadaan. Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatan para pelajar sekaligus mengumpulkan data pendukung hasil uji laboratorium.
Jika dalam survei ditemukan pelajar yang masih mengalami keluhan kesehatan, petugas akan segera merujuk ke fasilitas layanan kesehatan terdekat, seperti di Puskesmas Beji atau Puskesmas Boyolangu.
Sony juga mengungkapkan adanya laporan satu pelajar yang sempat memeriksakan diri ke praktik mandiri. Namun, pelajar tersebut tidak memerlukan perawatan inap.
Saat ini, petugas masih menelusuri kondisi 70 pelajar yang tidak hadir di sekolah. Penelusuran dilakukan untuk memastikan apakah ketidakhadiran tersebut berkaitan dengan konsumsi MBG atau disebabkan faktor lain. “Kami masih mendalami apakah pelajar yang tidak masuk sekolah tersebut, sudah sakit sebelumnya atau mengalami keluhan setelah insiden MBG,” jelas Sony.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Aris Setiawan, dalam keterangannya menjelaskan survei epidemiologi dilakukan guna menguatkan hasil uji laboratorium sampel makanan MBG.
Baca Juga : Elf Rombongan Santri Terguling di Ngantru Tulungagung, 8 Orang Luka, Polisi Ungkap Kronologi
Menurutnya, survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para pelajar. Kuesioner tersebut berisi pertanyaan terkait makanan yang dikonsumsi, cita rasa makanan, serta gejala yang dirasakan setelah mengonsumsi MBG. Ia turut menjelaskan, survei juga tetap dilakukan menyasar pelajar yang tidak hadir di sekolah. “Survei akan dilakukan dengan mendatangi rumah masing-masing agar seluruh sasaran dapat terdata,” katanya.
Hasil survei epidemiologi nantinya akan dianalisis bersamaan dengan hasil uji laboratorium. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui penyebab dan kemungkinan jenis bakteri yang memicu keluhan kesehatan pada pelajar.
Secara terpisah, dr Aris juga memastikan pihaknya telah mengambil sampel makanan MBG. Sampel tersebut dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. “Sampel tersebut akan kami kirim ke BBLK Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium,” ujarnya.