JATIMTIMES - Sebanyak 2.798 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak akibat banjir yang merendam permukiman sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Situbondo.
Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo melalui personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Besuki untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi sementara warga terdampak banjir, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga : Lewat Salawat Nariyah, Polres Situbondo dan Ansor Perkuat Sinergi Bangun Integritas SDM
Koordinator Tagana Dinsos Situbondo Misyono menyampaikan bahwa dapur umum tersebut difungsikan untuk menyediakan makanan siap saji bagi warga yang kesulitan memasak akibat kondisi rumah yang terendam.
"Dapur umum kami siapkan untuk membantu warga terdampak, terutama yang rumahnya masih tergenang air. Selain itu, kami menyalurkan bantuan logistik secara bertahap. Jumlahnya masih dalam proses pendataan," ujar Misyono.
Bantuan logistik yang akan disalurkan masih menunggu hasil pendataan. Namun untuk sementara yang dibutuhkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, serta kebutuhan darurat lainnya, dengan prioritas bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil.
Petugas gabungan bersama perangkat desa setempat terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sebelumnya diberitakan, wilayah dengan dampak paling besar di Kecamatan Besuki terdapat di Desa Besuki. Di desa tersebut, tercatat 2.506 KK terdampak banjir dengan kondisi rumah tergenang air, sehingga aktivitas warga, baik ekonomi maupun sosial, mengalami gangguan.
Genangan air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian bervariasi. Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing sembari mengamankan barang berharga. Sementara lainnya mencari lokasi yang lebih aman.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Terjadi di Pujon Selama Tiga Hari Beruntun
Selain Desa Besuki, banjir juga merambah Desa Kalimas. Di desa ini, sebanyak 248 KK terdampak akibat genangan air yang mengalir ke kawasan permukiman warga.
Sementara itu, Desa Demung yang berada di wilayah pesisir juga tidak luput dari dampak bencana hidrometeorologi tersebut. Data mencatat sedikitnya 44 KK terdampak akibat meluapnya air yang dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, sembari berharap genangan air segera surut dan aktivitas warga dapat kembali normal.