free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Olahraga

Tangis di Usia Seabad Stadion Gajayana, Legenda Arema Kuncoro Tutup Usia saat Reuni Emosional

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

18 - Jan - 2026, 19:23

Loading Placeholder
Asisten pelatih Arema FC Kuncoro yang telah tutup usia. (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Perayaan 100 tahun Stadion Gajayana, yang semestinya menjadi pesta penuh nostalgia dan kebahagiaan, mendadak berubah menjadi lautan duka. Legenda Arema FC sekaligus asisten pelatih Singo Edan, Kuncoro, meninggal usai mengalami serangan jantung di pinggir lapangan, tempat yang selama hidupnya menjadi rumah kedua.

Kepergian Kuncoro menjadi pukulan telak bagi keluarga besar Arema FC, Aremania, serta insan sepak bola nasional. Sosok yang dikenal penuh canda namun tegas itu mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat mengikuti laga charity peringatan satu abad Stadion Gajayana. 

Baca Juga : Tak Ingin Mudah Terserang Flu? Ini Tips Jaga Imunitas di Musim Hujan

Sebelum tragedi itu terjadi, Kuncoro tampak bersemangat turun bermain di babak pertama. Ia bahu-membahu bersama deretan legenda sepak bola Malang seperti Siswantoro, Hermawan, Doni Suherman. Aksi-aksi sederhana namun sarat makna dari Kuncoro sukses membawa penonton bernostalgia, mengingat kembali masa keemasan sepak bola Malang.

Tak ada yang menyangka, sentuhan bola dan senyum yang ia bagikan di atas rumput hijau sore itu menjadi penampilan terakhirnya di hadapan publik. Usai babak pertama berakhir, Kuncoro memilih beristirahat dan duduk di bangku cadangan.

Namun suasana mendadak berubah mencekam. Kuncoro tiba-tiba kolaps dan tak sadarkan diri di bench pemain. Perangkat pertandingan langsung menghentikan laga. 

Tim medis yang datang bergerak cepat melakukan resusitasi jantung paru di lokasi, sebelum akhirnya Kuncoro dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.

Takdir berkata lain. Nyawa sang legenda tak tertolong. Kabar duka itu pun cepat menyebar dan menyisakan kesedihan mendalam, tak hanya di Stadion Gajayana, tetapi juga di kalangan bolamania di seluruh penjuru tanah air.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengaku terpukul atas kepergian sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk klub kebanggaan Malang tersebut. Menurut dia, Stadion Gajayana memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan perjalanan hidup Kuncoro.

Baca Juga : Satu Korban Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung, Operasi SAR Hadapi Medan Ekstrem

"Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau 'pulang' saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan," ujar Yusrinal dengan suara bergetar.

Yusrinal menegaskan, dedikasi dan loyalitas Kuncoro untuk Arema FC adalah warisan yang tak tergantikan. "Beliau pergi di 'rumahnya' sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi," tambahnya.

Kepergian Kuncoro bukan sekadar kehilangan bagi Arema FC, tetapi juga duka mendalam bagi sepak bola Indonesia. Sosoknya yang rendah hati, humoris, tegas, dan setia kawan akan terus hidup dalam ingatan para pemain, suporter, dan pecinta sepak bola nasional.


Topik

Olahraga kuncoro asisten pelatih arema legenda arema kuncoro meninggal stadion gajayana



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga

--- Iklan Sponsor ---