JATIMTIMES - Persaingan masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dimulai. Meski kuota siswa eligible untuk SMA/SMK se-Kota Batu telah ditetapkan, sejumlah sekolah terpantau belum melakukan input data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Hingga saat ini, pihak sekolah masih disibukkan dengan proses pemetaan dan pemeringkatan internal guna memastikan siswa yang masuk kuota eligible benar-benar sesuai kriteria. Di SMA Negeri 2 Batu misalnya, sebanyak 139 siswa atau 40 persen dari total siswa kelas XII tengah diverifikasi.
Baca Juga : Revitalisasi Taman Pulau Jalan Kawasan Sultan Agung Baru 20 Persen, DLH Kota Batu: Masih Banyak Koreksi
Kepala SMAN 2 Batu, Wartono, membeberkan bahwa tahun ini pihaknya menerapkan skema yang berbeda dan dirasa lebih adil. Jika tahun lalu kuota dipatok per kelas, kini sekolah menggunakan sistem peringkat paralel.
"Kami gunakan peringkat paralel agar lebih transparan. Artinya, 40 persen siswa dengan rata-rata nilai tertinggi di sekolah yang masuk. Ini untuk menghindari konflik," ungkap Wartono saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.
Hal itu dilakukan karena rata-rata nilai setiap kelas berbeda. Menurut dia, jika dipatok per kelas, siswa yang nilainya tinggi di kelas 'gemuk' akan bisa protes karena kalah kuota.
Sesuai jadwal, pengumuman siswa eligible akan dilakukan pada Rabu (7/1). Setelah itu, siswa diminta segera membuat akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Wartono mengingatkan bahwa proses input nilai ke PDSS adalah fase krusial yang tidak boleh ada kesalahan sedikit pun.
"Siswa harus proaktif mengoreksi nilai yang kami input sebelum finalisasi. Salah input sedikit saja bisa gugur. Kami targetkan PDSS tuntas sebelum 12 Januari agar siswa bisa fokus ke tahap selanjutnya," tambahnya.
Baca Juga : Dishub Kota Malang Kembali Sosialisasikan Gedung Parkir Kayutangan Heritage, Gratis Selama Sepekan
Kondisi serupa terjadi di SMA Negeri 1 Batu. Kepala SMAN 1 Batu, Anto Dwi Cahyono, menyebutkan pihaknya masih dalam tahap pemetaan kuota. Menurutnya, tidak ada target khusus dari Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Malang-Batu, namun sekolah harus bergerak cepat.
Untuk pengingat bagi para pejuang kampus, pengisian PDSS akan berlangsung hingga 2 Februari mendatang. Namun, registrasi akun siswa memiliki batas waktu yang lebih mepet, yakni hingga 26 Januari. Sementara pendaftaran SNBP sendiri baru akan dibuka pada 3-18 Februari 2026.
"Setidaknya butuh waktu satu minggu untuk proses input nilai. Semua masih berproses menunggu hasil pemetaan siswa," ujar Anto.