JATIMTIMES - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit menggelar pelatihan jurnalistik di SMA Muhammadiyah 1 Jombang. Siswa di sekolah tersebut digembleng ilmu jurnalistik di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pelatihan jurnalistik modern digelar IJTI selama dua hari sejak 22-23 Juli 2026. Sedikitnya 30 siswa SMA Muhammadiyah 1 Jombang larut dalam pelatihan jurnalistik ini pagi tadi.
Baca Juga : JatimTIMES Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Unikama Teknik Menulis Berita Pengabdian di Desa
Ketua IJTI Korda Majapahit Moh Syafiudin mengatakan, pelatihan jurnalistik di hari pertama akan diisi dengan penyampaian teori reportase. Meliputi teknik dasar jurnalistik, teknik peliputan dan penulisan berita, fotografi, serta videografi.
Sedangkan di hari ke dua akan fokus pada praktik jurnalistik dan broadcasting. Para siswa akan diajari cara menulis berita, serta belajar menyajikan konten audio visual dalam bentuk podcast.
"Semoga ini menjadi bekal dakwah juga bagi siswa agar bisa menjadi penyebar informasi, konten, maupun video yang baik untuk sesama dan masyarakat luas," ujarnya dalam sambutannya, Rabu (22/07/2026).
Syafiudin menekankan pentingnya literasi jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Menurutnya, saat ini AI memang mampu membantu menghasilkan berbagai bentuk konten, termasuk berita.
Namun, kata dia, masih ada peran yang tidak dapat digantikan teknologi, yakni kemampuan manusia melakukan verifikasi informasi dan menjaga integritas pemberitaan.
"AI memang semakin canggih, tetapi berita palsu dan informasi palsu juga semakin mudah beredar. Karena itu kemampuan memverifikasi fakta tetap menjadi tugas manusia," jelasnya.
Baca Juga : Kandidat Kuat Kepala BGN Pengganti Nanik S. Deyang, Ini Profil Lengkap Wamentan Sudaryono
Sementara, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jombang Juni Muslimin mengatakan, pelatihan tersebut sangat dibutuhkan karena membuka peluang bagi siswa mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik dan konten digital.
"Ini kesempatan yang baik sehingga silakan diikuti sebaik-baiknya. Ini juga sangat dekat dengan keseharian Gen Z," ujarnya.
Menurut dia, ilmu jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis membuat berita, foto maupun video. Namun, yang lebih penting adalah membangun karakter, adab dan etika dalam menyampaikan informasi.
"Hari-hari ini banyak berita hoaks. Karena itu kalian harus belajar bagaimana membuat berita yang berintegritas. Ketika membuat tulisan, wawancara, foto maupun video, kedepankan adab dan etik," pungkasnya.(*)