JATIMTIMES - Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi tuan rumah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah nasional secara luring dan daring yang dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan, pemilihan SMKN 2 Singosari menjadi pusat pelaksanaan MPLS Ramah merupakan pertimbangan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui Direktorat Jenderal Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Di SMKN 2 Singosari dianggap memenuhi standar yang telah ditetapkan dan bangunan satuan pendidikannya juga cukup luas.
Baca Juga : Soroti BUMD Bermasalah, Banggar DPRD Jatim Kunci Modal Baru Sebelum Audit Kinerja
"Kebetulan Pak Menteri menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan MPLS Ramah ini. Karena alhamdulillah dari tahun ke tahun pelaksanaan MPLS selalu berjalan dengan baik," ungkap Aries kepada JatimTIMES.com, Senin (13/7/2026).
Pejabat publik yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Batu ini menjelaskan, pelaksanaan MPLS Ramah harus menjadi sarana untuk memperkenankan kepada para peserta didik baru tentang lingkungan satuan pendidikan, cara berproses lingkungan satuan pendidikan, guru dan peserta didik berinteraksi bersama.
"Kita harapkan bahwa MPLS ini tentu harus ramah, tidak boleh ada perpeloncoan. Maka kenapa Pak Menteri langsung memimpin pelaksanaan pembukaan MPLS Ramah ini untuk memberikan pencerahan kepada kegiatan-kegiatan tersebut," ujar Aries.
Menurut Aries, fungsi utama dari MPLS adalah memperkenalkan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun interaksi positif antara guru dan peserta didik. Karena itu, orientasi peserta didik baru tidak boleh lagi bergeser menjadi ajang senioritas ataupun tindakan perundungan yang merendahkan martabat peserta didik.
Selain menghapus praktik perpeloncoan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan juga menginisiasi penguatan pendidikan integritas sejak hari pertama sekolah melalui pencegahan tindakan koruptif. Materi mengenai antikorupsi dan kejujuran dimasukkan dalam rangkaian MPLS Ramah yang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga : Lirik Lagu Gapapa Diubah Jadi Vulgar, Icha Cellow dan Mala Agatha Dilaporkan ke Polresta Malang Kota
"Supaya anak-anak kita ini paham bahwa korupsi itu tentu akan mencederai prinsip-prinsip integritas. Oleh sebab itu dikenalkan dan tadi langsung Pak Sekjen dari KPK RI memberikan pencerahan kepada seluruh murid se-Indonesia, dan itu diinisiasi dari Jawa Timur. Kita berharap ini adalah bagian dari konsep kita untuk memperkenalkan kepada murid-murid tentang integritas," jelas Aries.
Lebih lanjut, Aries menyebut, perubahan paradigma MPLS Ramah ini diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat budaya sekolah yang aman, inklusif dan berorientasi pada pembentukan karakter, bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan siswa baru.