JATIMTIMES - Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil minibus di simpang tiga Jalan Letjen S. Parman-Jalan Ciliwung, Kota Malang, Senin (6/7/2026). Polisi menduga insiden tersebut dipicu pengemudi mobil yang kurang berhati-hati saat berbelok di persimpangan hingga bertabrakan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.
Berdasarkan data kepolisian, Toyota Innova dikemudikan oleh Thufiel Muhammad Bashay (23), warga Jalan Perak Nomor 17, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Saat kejadian, kendaraan tersebut melaju dari arah selatan menuju utara.
Baca Juga : Viral Wisatawan Ngeluh Terlantar di Terminal Arjosari, Diduga Tak Ada Bus hingga Malam Hari
Sementara itu, sepeda motor Yamaha Mio dikendarai oleh Muhammad Bey Arifin (23), warga Perum Bululawang Permai J/16 RT 041 RW 008, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Korban melaju dari arah utara menuju selatan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Eko Prasetyo menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika Toyota Innova yang melaju dari arah selatan hendak berbelok di simpang tiga Jalan Letjen S. Parman. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Mio sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Dugaan sementara penyebab kecelakaan karena pengemudi kendaraan minibus Toyota Innova kurang berhati-hati saat berbelok di persimpangan. Akibatnya kendaraan bertabrakan dengan sepeda motor yang melaju lurus dari arah berlawanan,” kata Eko.
Akibat benturan tersebut, Muhammad Bey Arifin mengalami luka berat. Bey Arifin mengalami memar pada bagian wajah dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar Kota Malang.
Sementara itu, kedua kendaraan mengalami kerusakan akibat benturan. Petugas Satlantas Polresta Malang Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang bukti untuk penyelidikan.
Baca Juga : Posyandu Kolaboratif Tingkatkan Antusiasme Warga, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting
Eko mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi maupun berbelok di persimpangan yang memiliki potensi konflik arus lalu lintas cukup tinggi. Menurut dia, setiap pengendara wajib mengurangi kecepatan, memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melakukan manuver berbelok.
Kemudian pastikan menggunakan sabuk pengaman dan helm SNI setiap berkendara. “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan,” imbau Eko.
“Persimpangan merupakan salah satu lokasi yang rawan terjadi kecelakaan. Jangan memaksakan berbelok apabila masih ada kendaraan dari arah berlawanan yang memiliki hak utama untuk melintas. Disiplin dan kehati-hatian menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.