free web hit counter
Jatim Times Network
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Gapembi Malang Raya Tuding Penolakan MBG Digerakkan Buzzer dan Mahasiswa

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

20 - Jun - 2026, 13:45

Loading Placeholder
Apel akbar yang dilakukan oleh simpatisan MBG di Malang Raya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas. Setelah gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut evaluasi terhadap program tersebut, Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang Raya, R Djoni Sudjatmoko, melontarkan tudingan bahwa narasi penolakan MBG lebih banyak dipengaruhi buzzer di media sosial daripada kondisi yang terjadi di lapangan.

Pernyataan itu sekaligus menjadi respons terhadap menguatnya kritik publik terhadap program unggulan pemerintah yang belakangan menjadi sorotan, baik terkait efektivitas pelaksanaan maupun besarnya anggaran yang digelontorkan.

Baca Juga : Aliansi Banyuwangi Menggugat Tuntut Pemerintah Evaluasi Program MBG dan Koperasi Merah Putih

"Ternyata itu banyak buzzer-buzzer di sana. Oleh karena itu, kami tunjukkan, yang tadinya kami diam, kami tunjukkan bahwa MBG ini yang menyukai itu lebih banyak lagi," kata Djoni.

Djoni menilai, kritik yang ramai beredar di media sosial tidak mencerminkan suara masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, program tersebut justru memberikan dampak ekonomi bagi petani, peternak, pelaku UMKM, serta pihak lain yang masuk dalam rantai pasok kebutuhan pangan.

Namun fakta dilapangan, banyak sekali masyarakat yang menginginkan MBG dihentikan. Contohnya aksi demo yang terus digaungkan oleh kalangan mahasiswa. Dan tidak sedikit pula ibu-ibu rumah tangga yang mengeluh akibat naiknya bahan pokok ketika MBG berjalan.

Namun, Djoni menilai hal itu justru menggerakkan ekonomi. "Karena menggerakkan ekonomi di bawah, terus kemudian para penerima manfaatnya juga sangat gembira," kata Djoni.

Tak hanya menyoroti buzzer, Djoni juga mengaitkan maraknya penolakan dengan kelompok mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi. Ia menilai kritik yang berkembang dari lingkungan kampus tidak didasarkan pada kondisi riil di lapangan.

"Jadi kalau ditanya di sekolah-sekolah, 99 persen setuju dengan MBG ini. Tetapi kenapa justru yang banyak pemberitaannya penolakan dari kampus. Anak-anak di kampus ini kan tidak turun ke bawah. Hanya melihat buzzer-buzzer yang terus menyuarakan terus-terusan," ungkap Djoni.

Baca Juga : Dinilai Provokatif, Muncul Banner Minta Usir Mahasiswa di Aksi Damai Dukung MBG

Pernyataan tersebut berpotensi memperlebar polemik yang telah berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Di satu sisi, mahasiswa terus mendesak evaluasi terhadap MBG dengan menyoroti aspek anggaran, tata kelola, dan prioritas kebijakan. Di sisi lain, pihak yang mendukung program menilai kritik tersebut tidak merepresentasikan kondisi masyarakat yang merasakan manfaat langsung.

Menutup pernyataannya, Djoni menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan program MBG dan target pemerintah memperluas jumlah penerima manfaat. Hal ini juga berpotensi memperpanjang kritik yang akan dilontarkan oleh barisan masyarakat.

"Ini yang kami mau luruskan, masyarakat itu sangat senang dengan MBG ini. Makanya target Pak Prabowo 82 juta penerima manfaat, ini harus bisa diwujudkan. Kami dukung," tukas Djoni.


Topik

Peristiwa gapembi malang raya makan bergizi gratis mbg djoni sudjatmoko



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Indonesia Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---