JATIMTIMES – Gudang penyimpanan rokok ilegal di wilayah Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik digerebek tim gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik, Rabu 6 Mei 2026.
Sebelum operasi berlangsung, petugas lebih dulu melakukan pengintaian senyap sejak dini hari, mengendus aktivitas mencurigakan di sebuah ruko yang diduga kuat menjadi pusat distribusi rokok ilegal.
Baca Juga : Hati-hati! Hantavirus Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus dan 3 Kematian
Puncaknya pada Rabu pagi, tepat pukul 09.43 WIB, saat sebuah truk trailer terpantau masuk ke ruko sasaran. Tak ingin kehilangan momentum, petugas langsung bergerak cepat. Tepat pukul 10.46 WIB, tim melakukan penggerebekan saat proses bongkar muat sedang berlangsung.
Dalam hitungan menit, gudang berhasil dikuasai. Petugas menemukan tumpukan rokok ilegal yang sudah dikemas rapi dalam kardus dan karung, disembunyikan di berbagai sudut ruangan—mulai kamar belakang, ruang tengah hingga kolong tangga.
"Sebanyak enam orang, terdiri dari sopir dan kru bongkar muat, langsung diamankan ke kantor Bea Cukai Gresik," ujar Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, Jumat 8 Mei 2026.
Barang bukti yang disita tergolong fantastis: 367 koli atau setara 5,87 juta batang rokok ilegal. Seluruhnya kemudian diangkut menggunakan truk trailer, truk Satpol PP, dan kendaraan operasional Bea Cukai menuju kantor Bea Cukai Gresik. "Dari hasil penghitungan sementara, nilai kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal ini ditaksir mencapai Rp5,24 miliar," imbuh Sinaga sapaan akrabnya.
Baca Juga : Hati-hati! Hantavirus Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus dan 3 Kematian
Menurutnya, operasi gabungan ini menjadi sinyal keras bagi para pelaku. Pemkab Gresik bersama aparat penegak hukum menegaskan tidak akan memberi ruang bagi peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan merusak pasar.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran rokok ilegal di Gresik. Kalau mendapati aktivitas mencurigakan segera laporkan," pungkasnya.