JATIMTIMES – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas menyesalkan insiden perusakan kendaraan berpelat L (Surabaya) yang diduga dilakukan oleh oknum di kawasan Pantai Wediawu, Kabupaten Malang, Selasa (5/5/2026).
Legislator dari Dapil Malang Raya ini menegaskan bahwa tindakan anarkis tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai upaya pemerintah dalam membangun citra positif pariwisata daerah.
Baca Juga : Wakil Kepala BPS RI Ajak Seluruh Stakeholder Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Malang Raya
Puguh menilai, rasa aman merupakan syarat mutlak bagi keberlanjutan sektor pariwisata. Jika insiden kekerasan dibiarkan, dikhawatirkan akan muncul efek domino berupa penurunan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat lokal.
“Saya sangat menyayangkan tindakan anarkis berupa perusakan kendaraan wisatawan. Ini jelas melampaui batas dan tidak bisa dibenarkan,” tegas Puguh, Rabu (6/5/2026).
Menurut sekretaris Fraksi PKS Jatim ini, pemicu di lapangan seperti dugaan adanya provokasi suara tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan. Ia menyayangkan insiden ini terjadi justru di saat infrastruktur menuju jalur lintas selatan (JLS) sedang dalam masa pembenahan besar-besaran untuk menarik lebih banyak pelancong.
“Malang sedang berbenah, akses menuju jalur lintas selatan terus diperbaiki. Ini menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan. Tapi kalau kejadian seperti ini terus terjadi, tentu akan merusak kepercayaan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Puguh turut menyoroti kemungkinan adanya residu rivalitas suporter sepak bola yang terbawa ke ruang publik. Ia mengingatkan masyarakat agar bersikap dewasa dan tidak mencampuradukkan urusan olahraga dengan keamanan wisatawan di jalanan.
Baca Juga : Sudahi Polemik, Eksekutif-Legislatif Siapkan Aturan Baru Jam Buka Toko Modern di Banyuwangi
“Rivalitas seperti antara Arema FC dan Persebaya Surabaya harus diselesaikan di lapangan, bukan di jalanan apalagi sampai merusak fasilitas atau merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Puguh mengajak seluruh elemen masyarakat di kawasan wisata untuk menjaga kondusivitas. Baginya, keamanan tamu harus menjadi prioritas utama jika ingin sektor pariwisata Malang Raya maju dan kompetitif.
“Ini harus menjadi pelajaran bersama. Kita ingin pariwisata Malang maju, maka keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.