JATIMTIMES – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar mulai mematangkan tahapan penyiapan calon peserta didik Sekolah Rakyat melalui koordinasi intensif dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan program pendidikan dari pemerintah pusat tersebut tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah, mengatakan bahwa proses penjaringan calon siswa tidak dilakukan melalui mekanisme pendaftaran terbuka. Sebaliknya, verifikasi akan dilakukan langsung di lapangan oleh pendamping PKH berdasarkan data yang telah disiapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Baca Juga : Guru Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri? Ini Isi Lengkap SE Mendikdasmen 2026
“PKH sudah mengikuti koordinasi dengan Kementerian Sosial melalui zoom. Data calon siswa juga sudah diterima, dan nanti PKH akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi,” ujar Eka Atikah, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih untuk memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjaga akurasi data penerima manfaat.
“Memang tidak melalui pendaftaran umum. Jadi nanti dilakukan verifikasi langsung di lapangan oleh PKH, berdasarkan data dari Kementerian Sosial,” imbuhnya.
Pendamping PKH akan menjadi ujung tombak dalam proses verifikasi calon siswa. Mereka akan melakukan pengecekan langsung ke rumah tangga penerima manfaat guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
Dengan pengalaman mendampingi keluarga penerima manfaat selama ini, pendamping PKH dinilai memiliki pemahaman yang cukup mendalam terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hal ini diharapkan mampu mendukung proses seleksi siswa agar lebih tepat sasaran.
Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Progres Pembangunan Capai 40 Persen
Di sisi lain, pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kota Blitar juga menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.
“Informasi dari PUPR, progres pembangunan Sekolah Rakyat sudah kurang lebih 40 persen. Ini proyek dari pemerintah pusat, dengan target penyelesaian pada Agustus 2026,” jelas Eka.
Sekolah Rakyat merupakan program Kementerian Sosial RI yang bertujuan memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari kelompok kurang mampu. Dengan progres yang terus berjalan, diharapkan fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sesuai kontrak yang telah ditetapkan. Pemkot Blitar melalui Dinsos terus mengawal proses tersebut agar berjalan sesuai rencana, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kesiapan operasional.
“Kalau sesuai kontrak, pembangunan gedung akan selesai Agustus 2026. Kami di daerah tentu mendukung penuh agar pelaksanaan berjalan lancar,” kata Eka.
Penanganan Dampak Proyek Tetap Dikawal
Baca Juga : Perbaiki Kualitas Pendidikan, Bupati Gresik Minta Penerimaan Siswa Baru Transparan
Seiring proses pembangunan yang berlangsung, Pemkot Blitar juga memastikan dampak di lapangan tetap dikendalikan. Salah satunya terkait kondisi jalan yang terdampak aktivitas kendaraan proyek, terutama saat hujan.
Eka menyebutkan bahwa setiap keluhan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui kanal “Sapa Mas Wali”, langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pelaksana proyek.
“Selama ini setiap ada keluhan, langsung kami koordinasikan. Bahkan sudah ada surat kesanggupan dari pelaksana untuk membersihkan sisa-sisa material setiap selesai aktivitas,” ujarnya.
Upaya pembersihan juga dilakukan secara rutin di sejumlah titik, termasuk di kawasan Jalan Kapuas dan Jalan Kali Brantas. Berdasarkan laporan di lapangan, material lumpur yang menumpuk terlebih dahulu dikeruk sebelum dilakukan penyiraman agar jalan kembali bersih dan aman dilalui.
“Pelaksana juga responsif. Setiap ada pengaduan atau keluhan, langsung ditindaklanjuti. Kami berharap ke depan semakin disiplin dalam menjaga kebersihan area kerja,” tambah Eka.

Optimisme Program Tepat Sasaran
Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan tahapan verifikasi calon siswa yang tengah disiapkan, Pemkot Blitar optimistis program Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pendamping PKH diharapkan mampu memastikan program ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga tepat sasaran dalam implementasinya.
“Pemkot Blitar berkomitmen untuk terus mengawal seluruh tahapan program ini, mulai dari pembangunan hingga operasional, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat melalui akses pendidikan yang lebih merata,” pungkas Eka Atikah.