JATIMTIMES – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan strategi khusus untuk mencegah kemunculan kembali pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Pasar Gadang. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan proses penataan dan relokasi pedagang. Sebab, relokasi tersebut juga seiring dengan rencana difungsikannya kembali ruas jalan di kawasan tersebut sebagai akses lalu-lintas.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pendekatan yang digunakan tidak hanya penertiban. Pemerintah juga memperkuat desain fisik kawasan agar tidak lagi memberi ruang bagi aktivitas jualan di pinggir jalan. Salah satu langkah utama adalah pemasangan pagar dengan ketinggian tertentu. Pagar ini akan dipasang di sepanjang titik rawan, termasuk area jembatan.
Baca Juga : Program Pembinaan Atlet Muda Dihentikan, Pra POPNAS 2026 Ikut Batal Imbas Efisiensi Anggaran
“Pagar dibuat tinggi, jadi tidak bisa dilintasi. Tidak ada lagi ruang untuk berjualan di pinggir jalan,” ujar Wahyu, Selasa (28/4/2026).
Selain pagar, elemen tanaman juga akan ditambahkan sebagai pembatas alami. Skema ini dibuat berlapis agar akses ke badan jalan benar-benar tertutup. Penataan tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Bukan hanya mengusir PKL, tetapi juga mencegah mereka kembali muncul di lokasi yang sama.
Di sisi lain, pemerintah tetap memastikan keberlangsungan ekonomi pedagang. Sebanyak 1.200 PKL telah direlokasi ke dalam area pasar. Relokasi ini menjadi bagian penting dari strategi penataan. Dengan lokasi baru yang lebih tertib, aktivitas jual beli tetap bisa berjalan.
Para pedagang yang direlokasi diketahui sudah lama menempati kawasan tersebut. Rata-rata telah berjualan hingga 35 tahun di Pasar Gadang. Meski begitu, proses penataan tetap berjalan cepat. Pembongkaran lapak ditargetkan rampung dalam satu hari untuk mempercepat tahap berikutnya.
Baca Juga : Pagar Pembatas Pasar Gadang Disiapkan, Pembeli Tak Lagi Bisa Belanja dari Pinggir Jalan
Setelah area bersih, pembangunan fisik jalan akan segera dimulai. Proyek ini dijadwalkan masuk tahap pelaksanaan pada minggu keempat bulan Mei, setelah proses tender selesai.