JATIMTIMES – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Lilik Hendarwati menekankan pentingnya organisasi mahasiswa bertransformasi menjadi laboratorium kepemimpinan yang mampu melahirkan politisi berkualitas.
Lilik mendorong kader mahasiswa untuk tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara sosial agar siap mengisi kursi legislatif yang berintegritas di masa depan. Hal ini disampaikan Lilik saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus baru Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Jatim di gedung DPRD Jatim belum lama ini.
Baca Juga : Kasus Campak Meningkat, Puguh DPRD Jatim Desak Pemprov Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Lilik menyebut bahwa persiapan menjadi pemimpin harus dirancang dengan target yang konkret dan terukur. “KAMMI ini merupakan wadah kaderisasi. Maka harus punya target yang jelas, termasuk menyiapkan kader yang benar-benar siap menjadi anggota legislatif ke depan,” ujar Lilik.
Lilik memaparkan bahwa realitas di dunia kebijakan publik menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori di bangku aktivis. Menurutnya, seorang calon legislator harus mulai membangun kedekatan dan basis kepercayaan di tengah masyarakat sejak dini, karena legitimasi seorang wakil rakyat sepenuhnya bergantung pada akseptabilitas publik.
“Anggota dewan itu dipilih oleh masyarakat. Maka selain punya ilmu, juga harus punya kedekatan dan kepercayaan dari publik,” jelas legislator asal Dapil Surabaya tersebut.
Ia juga memberikan catatan kritis bagi para aktivis agar berani keluar dari zona nyaman internal organisasi. Lilik mendorong mereka untuk mulai memahami dinamika partai politik serta mekanisme kerja legislasi secara mendalam.
Bagi Lilik, standar kesuksesan seorang legislator diukur dari kualitas kebijakan dan keberpihakan yang dihasilkan untuk rakyat, bukan sekadar kehadiran formal di parlemen.
Baca Juga : Kasus SK CPNS Palsu di Gresik, Komisi A DPRD Jatim Desak Usut Tuntas
“Kita ingin melahirkan legislator yang bermutu, bukan sekadar hadir, tetapi mampu memberi kontribusi pemikiran, kebijakan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lilik mengingatkan bahwa proses menuju kursi kepemimpinan adalah sebuah maraton panjang, bukan lari cepat secara instan. Ia mencontohkan banyak tokoh politik sukses yang meniti karier dari bawah—baik sebagai aktivis maupun staf ahli—sebagai bukti bahwa kompetensi kepemimpinan membutuhkan jam terbang yang tinggi.
“Kesempatan itu datang ketika kita siap. Dan kesiapan itu harus dipersiapkan, tidak bisa instan,” pungkas Lilik yang dikenal aktif membina UMKM dan driver ojek online itu.