JATIMTIMES - Kabar meninggalnya Mohammad Imam Muslimin alias Yai Mim turut menggema hingga lingkungan tempat tinggalnya di Jalan Joyogrand Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, Senin (13/4/2026). Hanya saja rumah mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu tampak sepi.
Suasana di sekitar rumah Yai Mim terpantau lengang pada sore hari. Pagar rumah berwarna hitam tampak tertutup rapat dan terkunci, tanpa aktivitas mencolok dari luar. Di dalam garasi tersebut tidak terlihat kendaraan roda empat yang biasa terparkir. Beberapa warga sekitar mengaku sudah mendengar kabar duka tersebut, meski belum ada informasi resmi yang disampaikan langsung kepada lingkungan.
Baca Juga : Kenangan Mendiang Yai Mim, Kerap Isi Tausiyah di Tahanan Polresta Malang Kota
Ketua RT 9 RW 9 setempat, Prayogo Subiarto, mengatakan bahwa mengetahui kabar meninggalnya Yai Mim dari pesan berantai yang beredar di grup WhatsApp warga.
“Saya tahunya dari grup WhatsApp kalau Yai Mim meninggal dunia. Sampai sekarang belum ada laporan resmi dari keluarga atau pihak berwenang ke kami,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini pihak lingkungan masih menunggu konfirmasi resmi, termasuk terkait rencana pemakaman almarhum. Biasanya, informasi semacam itu akan disampaikan langsung oleh pihak keluarga kepada pengurus setempat.
“Kalau soal pemakaman, kami juga belum tahu. Biasanya keluarga akan memberi kabar ke lingkungan, tapi sampai sekarang belum ada,” lanjutnya.
Sedangkan istri Yai Mim, Rosida Vignesvari, diketahui masih tinggal di rumah tersebut. Warga sesekali masih melihat aktivitas di kediaman itu, termasuk kendaraan yang terparkir di halaman.
“Masih tinggal di sini istrinya. Terakhir saya ketemu waktu bulan puasa kemarin,” tutup Prayogo.
Baca Juga : Kronologi Lengkap: Yai Mim Lemas di Rutan, Dilarikan ke RSSA hingga Meninggal
Polresta Malang Kota masih melakukan proses penyelidikan atas meninggalnya tersangka pelecehan seksual dan pornografi, Imam Muslimin alias Yai Mim. Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobhikin menambahkan hingga saat ini masih menunggu hasil penyebab kematian Yai Mim.
“Sampai saat ini masih menunggu hasilnya keluar dari RSSA,” terangnya.
Untuk diketahui, sebelum meninggal Yai Mim kondisinya tiba-tiba lemas saat akan menjalami pemeriksaan menjadi pelapor kepada penyidik atas kasusnya hingga akhirnya lemas dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar Kota Malang.
Sebelum meninggal, Yai Mim telah menjalani masa tahanan pada Senin (19/1/2026). Penahanan ini didasari oleh banyaknya laporan dan aduan dari masyarakat yang mengaku resah atas perbuatan tersangka di lingkungannya.