JATIMTIMES - Nama Gatut Sunu Wibowo tengah menjadi perhatian publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026) malam.
Gatut kemudian langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dikonfirmasi oleh juru bicara KPK, Budi Prasetyo, yang menyebut proses hukum masih terus berjalan.
Baca Juga : Cek Distribusi Gas Melon, Ini Yang Ditemukan Polres Situbondo
“Pagi ini tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi.
Sosok Baru di Puncak Pemerintahan Tulungagung
Gatut Sunu Wibowo tergolong sebagai kepala daerah yang belum lama menjabat. Ia resmi menjadi Bupati Tulungagung untuk periode 2025–2030 setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Ahmad Baharudin.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, pasangan ini meraih 50,72 persen suara dalam kontestasi tersebut. Keduanya kemudian dilantik dan menjalani serah terima jabatan sebagai pimpinan baru di Kabupaten Tulungagung.
Sebelum menjadi bupati, Gatut sudah lebih dulu dikenal di lingkungan pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada periode 2019–2023.
Perjalanan politiknya sempat menjadi sorotan menjelang Pilkada 2024. Gatut diketahui pernah menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebelum akhirnya berpindah ke Partai Gerakan Indonesia Raya.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi politik yang turut mengantarkannya memenangkan pemilihan kepala daerah.
Di luar dunia politik, Gatut memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia pernah menjalankan usaha toko bangunan sebelum terjun ke pemerintahan.
Baca Juga : BREAKING NEWS! Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK
Untuk pendidikan, Gatut menyelesaikan sekolah dasar hingga menengah di Tulungagung. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Merdeka Malang serta Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Gatut tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp20,33 miliar per 31 Desember 2025 saat menjabat sebagai bupati.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya pada 2 September 2024, ketika ia masih berstatus calon kepala daerah, dengan total kekayaan Rp18,07 miliar.
Kasus OTT yang menjerat Gatut kini membuat namanya kembali menjadi sorotan. Publik menanti perkembangan proses hukum yang tengah dilakukan KPK, termasuk dugaan perkara yang melatarbelakangi penangkapan tersebut.